<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>D+E Architect Blog &#187; Urban</title>
	<atom:link href="http://www.dpluse.info/tag/urban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dpluse.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 17:50:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Halal bihalal Virtual</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya, yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah utama adalah waktu dan tempat. Walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSQgQoKCDcAAB0QKyc1/nebeans-chat-second-life.png?et=poPdP%2Cmqo435RbVxInE7Nw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span>Untuk  kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang  hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik  rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya,  yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah  utama adalah waktu dan tempat. Walaupun sama2 satu kota dan kebetulan waktunya  bisa ikutan, kendala jarak tempuh menjadi halangan. Alasan lain adalah pada  waktu yang bersamaan sedang mengerjakan sesuatu. Sebenarnya bisa multi-tasking,  kalau tempat kejadian berdekatan. Tapi sayangnya enggak gitu&#8230; Apalagi buat  temen2 yang tidak tinggal di satu kota dimana undangan<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSQgQoKCDcAAB0QKyc1"></a> itu diadakan.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan  artikel bbrp minggu lalu d majalah tempo, tentang kuliah virtual. Saya mencoba  googling, dan dapet juga artikelnya d media interaktif tempo. Judulnya  &#8216;Ramai-Ramai Kuliah Virtual&#8217;. (Cek di <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#">http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#</a>)<br />
Inti  artikelnya adalah saat ini sedang dikembangkan perkuliahan virtual dengan  menggunakan game online &#8216;Second Life&#8217; (<cite><a href="http://www.secondlife.com/">www.<strong>secondlife</strong>.com</a>)</cite>.  Perkuliahannya beneran, tapi diadakan di<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSRiAoKCDcAADwve0A1"><img class="alignright" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSRiAoKCDcAADwve0A1/SecondLife.JPG?et=jNf%2C5qTUzVfyU9%2Cp1JsVSg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a> dunia virtual. Para dosen dan mahasiswa (yg berupa karakter virtual) mendatangi  tempat virtual d game itu untuk melakukan kegiatan perkuliahan. Peminatnya  banyak juga. Dan mereka pada keadaan sesungguhnya berasal dari tempat yang  berbeda..</p>
<p>Lalu saya berpikir.. Hmmm.. Oke, gak semua orang indo udah  kenal game itu.. Dan ok, internet disini gak secepet internet disana.. But it&#8217;s  an idea.. Bukankah sebagian besar kita &#8216;bisa&#8217; chat? Punya Instant messenger?  Sering chat di room?</p>
<p>Memang sih, gak ada yang bisa ngalahin &#8216;kopi  darat&#8217;. Tp, ini bisa menjadi alternatif, menurut saya. Bukankah selama ini sudah  ada meeting teleconfrence? Kenapa gak dibuat meeting virtual, halal bihalal  confrence, reuni virtual, dsb?</p>
<p>Dengan janjian berkumpul di suatu room,  menyiapkan webcam dan microphone masing2, &#8216;social gathering&#8217; itu bs dihadiri  oleh orang2 di manapun dia berada. Meeting, reuni, bahkan arisan, bisa  diadakan.. tinggal siapkan saja m-banking..</p>
<p><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSSDAoKCDcAAEz@t2o1"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSSDAoKCDcAAEz@t2o1/screenshot.second-life-h.png?et=Cm8rO9ZS2k5RnhQUNUfbLA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a>Emang  lebih hidup kl pk karakter spt game online.. tp it&#8217;s a start&#8230; Ada banyak game2  online yg bisa dimanfaatkan&#8230;</p>
<p>Teknologi diciptakan untuk membantu  manusia, mempermudah apa yang sulit, mempercepat apa yg lambat&#8230; Jadi kenapa  tidak kita gunaken??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Merah dan Kartu Biryu</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Semalem dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai&#8230; TRIK DITILANG POLISI ! Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="bodytext"><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQE7zgoKCDcAACPiLZI1/sby-keamanan1.jpg?et=ZszQiJtc%2B19h0qaX1B8fmg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span>Semalem  dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk  pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai&#8230;</p>
<p>TRIK DITILANG POLISI  !</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk  kebutuhan<br />
lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada  adegan<br />
yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika  sopir<br />
taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya  dialog<br />
antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p>Polisi (P) : Selamat siang mas,  bisa lihat Sim dan STNK?<br />
Sopir (Sop) : Baik Pak…</p>
<p>P : Mas  tau..kesalahannya apa?<br />
Sop : Gak pak</p>
<p>P : Ini nomor polisinya gak  seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat<br />
nomor taksi yg memang gak standar)  sambil langsung mengeluarkan jurus<br />
sakti mengambil buku tilang…lalu menulis  dengan sigap<br />
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau  ilang<br />
kemana… kalo ada pasti saya pasang</p>
<p>P : Sudah…saya tilang  saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…<br />
(dengan nada keras!! )<br />
Sop  : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya<br />
pak , ini  kan bukan mobil curian!</p>
<p>P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan  nada lebih tegas)<br />
kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat  tilang warna<br />
<span style="color: #ff0000;">MERAH</span>)<br />
Sop : Maaf  pak saya gak mau yang warna <span style="color: #ff0000;">MERAH</span> suratnya…Saya mau yg<br />
warna <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> aja</p>
<p>P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini  form<br />
biru itu <span style="font-size: x-small;">gak berlaku</span>!<br />
Sop : Sejak kapan pak form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> surat tilang gak  berlaku?</p>
<p>P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>…<br />
Dulu kamu bisa minta form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>… tapi sekarang ini kamu Gak  bisa… Kalo<br />
kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan  ngotot)<br />
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan  nada<br />
nantangin tuh polisi)</p>
<p>Dalam hati saya …berani betul sopir taksi  ini …<br />
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?<br />
Sop : Siapa yg  melawan!? Saya kan cuman minta form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>… Bapak kan<br />
yang gak mau  ngasih</p>
<p>P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan  petugas!<br />
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> udah gak<br />
berlaku? Gini aja pak  saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang<br />
form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> gak berlaku (sambil ngambil  HP)</p>
<p>Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy  …<br />
(terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.<br />
P : Hey! Kamu bukan  wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa<br />
kandangin (sambil  berlalu)<br />
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah  siap<br />
melepaskan &#8220;shoot pertama&#8221; (tiba-tiba dihalau oleh seorang  anggota<br />
polisi lagi )</p>
<p>P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti  itu<br />
Sop : Si bapak itu yg bilang form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> gak bisa dikasih (sambil  tunjuk<br />
polisi yg menilangnya)</p>
<p>lalu si polisi ke 2 itu menghampiri  polisi yang menilang tadi, ada<br />
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang  menghalau si sopir dan<br />
polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau  tadi menghampiri<br />
si sopir taksi<br />
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah  nya? (sambil meminta)<br />
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh  (polisi ke 2<br />
memanggil polisi yang menilang)</p>
<p>P : Sini tak kasih surat  yang biru (dengan nada kesal)</p>
<p>Lalu polisi yang nilang tadi menulis  nominal denda sebesar Rp.30.600<br />
sambil berkata &#8220;nih kamu bayar sekarang ke  BRI … lalu kamu ambil lagi<br />
SIM kamu disini, saya tunggu&#8221;.<br />
S : (Yes!!) Ok  pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…</p>
<p>Kemudian si sopir taksi  segera menjalnkan kembali taksinya sambil<br />
berkata pada saya, &#8220;Pak .. maaf  kita ke ATM sebentar ya .. mau<br />
transfer uang tilang . Saya berkata ya  silakan.</p>
<p>Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … &#8220;Hatiku senang  banget<br />
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke  polisi<br />
itu.&#8221; &#8220;Untung saya paham macam2 surat tilang.&#8221;</p>
<p>Tambahnya, &#8220;Pak  kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu<br />
nunggu 2 minggu untuk  sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT<br />
DAMAI…. Mending bayar mahal ke  negara sekalian daripada buat oknum!&#8221;</p>
<p>Dari obrolan dengan sopir taksi  tersebut dapat saya infokan ke Anda<br />
sebagai berikut:<br />
<br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;">SLIP MERAH</span>, berarti kita  menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau<br />
membela diri secara hukum (ikut  sidang) di pengadilan setempat..<br />
Itupun di pengadilan nanti masih banyak  calo, antrian panjang, Dan<br />
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar  berupa pembengkakan<br />
nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang,  dokumen tilang<br />
dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan  oknum<br />
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai  tilang.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #3366ff;">SLIP  BIRU</span>, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia  membayar<br />
denda.<br />
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening  tertentu (kalo<br />
gak salah norek Bank BUMN).<br />
Sesudah itu kita tinggal bawa  bukti transfer untuk di tukar dengan<br />
SIM/STNK kita di kapolsek terdekat  dimana kita ditilang.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #cc33cc;">You know what!? Denda yang  tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak</span><br style="font-weight: bold; color: #cc33cc;" /><span style="font-weight: bold; color: #cc33cc;">melebihi 50ribu! dan dananya  RESMI MASUK KE KAS NEGARA.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halte Busway Itchu Membunuhkyu…</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 17:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’ Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh… Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta.. Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="cattitle"></td>
<td class="itemsubsub"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="item_body" class="bodytext">
<p class="MsoNormal"><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDw4goKCDcAAHFIAG41"></a><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDw4goKCDcAAHFIAG41"></a><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHDw4goKCDcAAHFIAG41/2005958924330043414_fs.jpg?et=BFB6nd30VcTqt3UXASJnug&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span><em><span style="color: #ffffff;">‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..</span><br style="color: #ffffff;" /><span style="color: #ffffff;">Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’</span></em></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh…</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta..</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana dengan haltenya???? Hmmmm…. Bentuknya sih rancak… millennyium…. Silver n glasses… but it’s FREAKIN HOT!!!! I mean REALLY HOT dalam arti yang sebenarnya…</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Salah Ventilasi</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pernah gak anda terjebak di antrean? Terutama di koridor transit? Hebat ya… walaupun bentuknya millennium, tapi system ventilasinya kulonuwon… Dengan bentuknya yang tertutup hampir rapat, tidak ada AC atau kipas angin exhaust van.. Udara dapat masuk hanya dengan mengandalkan kisi2 kecil berbentuk krepyak. Memang sih udara masuk, tapi angin tidak… sedangkan angin adalah udara yang bergerak.. jadi, bagaimana mau ada udara bergerak dalam halte, walaupun udara masuk. Apalagi bila antrean padat.</p>
<p class="MsoNormal">Kesalahan terbesar adalah system ventilasi. Kisi2 angin yg sebenarnya banyak itu tidak berfungsi dengan optimal karena bentuknya yang menyudut. Bentuk itu memang dimaksudkan untuk menangkal hujan atau benda besar lain untuk masuk, dan hanya membiarkan udara masuk kedalam. Tapi efek lainnya adalah angin jadi amat susah untuk masuk. Pada halte koridor yang kecil mungkin ini tidak menjadi masalah besar karena jarak antara pintu masuk halte dengan tempat tunggu nya relative pendek. Tapi bagaimana dengan halte transit yang panjang? Sampai saat ini belum ada laporan orang pingsan karena kehabisan udara dalam halte. Tapi kayaknya gak lama lagi akan ada deh…..</p>
<p class="MsoNormal">Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan:</p>
<p><!-- [if !supportLists] --><span><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Ubah bentuk ventilasi yang sudah ada. Buatlah kisi yg ‘terbuka’, tidak menghalangi angin untuk masuk, bukan dengan system ‘krepyak’.<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Perbanyak ruang ventilasi. Buatlah jendela, seperti nako. Memang riskan menjadi aksi vandalism <em>campang</em> (calon penumpang) busway yang ngamuk bila buswaynya ga dateng2. Tapi jendela bisa diletakkan di atas sehingga tidak terjangkau orang.<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Berilah exhaust van (yang bener sih AC kl bisa…), minimal di satu sisi dinding, di dua titik. Atau di plafond. Harus ada angin yg mengalir. Kendalanya adalah masalah listrik. Tapi mungkin bisa diatasi pada solusi selanjutnya….<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>4.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Pakailah solar cell pada tiap koridor bussway, untuk tenaga listrik mandiri. Investnya memang ga murah, tp bisa menjadi solusi listrik yang sering mati di bussway..<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>5.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Tingkatkan frekwensi kedatangan busway, sehingga tidak perlu mengakibatkan antrean panjang. Sediakanlah bis-bis cadangan yg dapat digunakan pada waktu-waktu overload campang.</p>
<p class="MsoNormal">Terakhir, untuk Bang Foke, ente kan arsitek, mungkin punya solusi yang lenuh baik?</p>
<p class="MsoNormal">Terakhir 2, Cinca Laura, artis favoritkyu, mau coba nyayi nih <img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png" alt="" />:</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDxrQoKCDcAAH2IRbI1"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHDxrQoKCDcAAH2IRbI1/1.jpg?et=8OzLPGZj4eBCc3QvDYtmEQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="margin: 12pt 0in;"><strong><span style="font-size: 10pt;">Cinca Laura – Halte Ini Membunuhku (</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-weight: normal;">adopted from</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt;"> d’Masiv- Cinta Ini Membunuhku)</span></strong><br />
Intro: C Am F</p>
<p>C<br />
kau membuat kyuberantchakan<br />
Am<br />
kau membuat kyu tak karuan<br />
Dm<br />
kau membuat kyu tak berdaya<br />
G<br />
kau memanggangkyu merebus dirikyu</p>
<p>C<br />
bagaimana caranya untchuk<br />
Am<br />
meruntchuhkan kerasnya hatimyu<br />
Dm<br />
kyusadari kau tak sempyurna<br />
G<br />
kau tak sepertchi yang kyu inginkan</p>
<p>Reff:<br />
C CMaj7<br />
kau hancyurkan akyu dengan haltemyu<br />
Em A Dm<br />
tak sadarkah kau telah memanggang akyu<br />
Em F Em Am<br />
lelah hati ini meyakinkanmyu<br />
Dm G<br />
halte ini membunuhkyu</p>
<p>(interlude)<br />
F G E/G# Am Em Dm Em F G</p>
<p>(ending)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
