Archive for the Tag 'Opinion'

Jul 06 2008

Posted by admin under Urban

Halte Busway Itchu Membunuhkyu…

‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..
Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’

Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh…

Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta..

Bagaimana dengan haltenya???? Hmmmm…. Bentuknya sih rancak… millennyium…. Silver n glasses… but it’s FREAKIN HOT!!!! I mean REALLY HOT dalam arti yang sebenarnya…

Salah Ventilasi

Pernah gak anda terjebak di antrean? Terutama di koridor transit? Hebat ya… walaupun bentuknya millennium, tapi system ventilasinya kulonuwon… Dengan bentuknya yang tertutup hampir rapat, tidak ada AC atau kipas angin exhaust van.. Udara dapat masuk hanya dengan mengandalkan kisi2 kecil berbentuk krepyak. Memang sih udara masuk, tapi angin tidak… sedangkan angin adalah udara yang bergerak.. jadi, bagaimana mau ada udara bergerak dalam halte, walaupun udara masuk. Apalagi bila antrean padat.

Kesalahan terbesar adalah system ventilasi. Kisi2 angin yg sebenarnya banyak itu tidak berfungsi dengan optimal karena bentuknya yang menyudut. Bentuk itu memang dimaksudkan untuk menangkal hujan atau benda besar lain untuk masuk, dan hanya membiarkan udara masuk kedalam. Tapi efek lainnya adalah angin jadi amat susah untuk masuk. Pada halte koridor yang kecil mungkin ini tidak menjadi masalah besar karena jarak antara pintu masuk halte dengan tempat tunggu nya relative pendek. Tapi bagaimana dengan halte transit yang panjang? Sampai saat ini belum ada laporan orang pingsan karena kehabisan udara dalam halte. Tapi kayaknya gak lama lagi akan ada deh…..

Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan:

1. Ubah bentuk ventilasi yang sudah ada. Buatlah kisi yg ‘terbuka’, tidak menghalangi angin untuk masuk, bukan dengan system ‘krepyak’.
2. Perbanyak ruang ventilasi. Buatlah jendela, seperti nako. Memang riskan menjadi aksi vandalism campang (calon penumpang) busway yang ngamuk bila buswaynya ga dateng2. Tapi jendela bisa diletakkan di atas sehingga tidak terjangkau orang.
3. Berilah exhaust van (yang bener sih AC kl bisa…), minimal di satu sisi dinding, di dua titik. Atau di plafond. Harus ada angin yg mengalir. Kendalanya adalah masalah listrik. Tapi mungkin bisa diatasi pada solusi selanjutnya….
4. Pakailah solar cell pada tiap koridor bussway, untuk tenaga listrik mandiri. Investnya memang ga murah, tp bisa menjadi solusi listrik yang sering mati di bussway..
5. Tingkatkan frekwensi kedatangan busway, sehingga tidak perlu mengakibatkan antrean panjang. Sediakanlah bis-bis cadangan yg dapat digunakan pada waktu-waktu overload campang.

Terakhir, untuk Bang Foke, ente kan arsitek, mungkin punya solusi yang lenuh baik?

Terakhir 2, Cinca Laura, artis favoritkyu, mau coba nyayi nih :

Cinca Laura – Halte Ini Membunuhku (adopted from d’Masiv- Cinta Ini Membunuhku)
Intro: C Am F

C
kau membuat kyuberantchakan
Am
kau membuat kyu tak karuan
Dm
kau membuat kyu tak berdaya
G
kau memanggangkyu merebus dirikyu

C
bagaimana caranya untchuk
Am
meruntchuhkan kerasnya hatimyu
Dm
kyusadari kau tak sempyurna
G
kau tak sepertchi yang kyu inginkan

Reff:
C CMaj7
kau hancyurkan akyu dengan haltemyu
Em A Dm
tak sadarkah kau telah memanggang akyu
Em F Em Am
lelah hati ini meyakinkanmyu
Dm G
halte ini membunuhkyu

(interlude)
F G E/G# Am Em Dm Em F G

(ending)

No Comments »

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _