<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>D+E Architect Blog &#187; bangunan</title>
	<atom:link href="http://www.dpluse.info/tag/bangunan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dpluse.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 17:50:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Building]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.. setelah sekian lama hiatus, gw mulai posting lagi nih. Maklum selama ini sibuk Kali ini mau cerita singkat tentang rumah Puloraya. Ceritanya singkat aja:  Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya.. setelah sekian lama hiatus, gw mulai posting lagi nih. Maklum selama ini sibuk <img src='http://www.dpluse.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kali ini mau cerita singkat tentang <a title="Rumah Puloraya" href="http://dpluse.com/p-puloraya.htm" target="_blank">rumah Puloraya</a>.</p>
<p>Ceritanya singkat aja:  Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QDA4-RysnvM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/QDA4-RysnvM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Periksalah kembali IMB anda!!!</title>
		<link>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Building]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)&#8230; Beberapa waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan Puloraya, Jakarta Selatan&#8230; Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)&#8230;</p>
<p>Beberapa  waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan  Puloraya, Jakarta Selatan&#8230; Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta  rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan  (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah  Rawamangun, Jakarta Timur, dengan luas 200m2, di kenakan charge 4,5 juta rupiah.  Dan baru saja mengurus izin di BSD untuk 500m2, dikenakan charge 11 juta),  akhirnya IMB itu jadi juga dalam waktu sebulan. Suatu hal yang wajar mengingat  disain saya tidak melanggar aturan2 yang ada, baik itu <span style="font-style: italic;">GSB</span>*, <span style="font-style: italic;">KDB</span>**, <span style="font-style: italic;">KLB</span>***, maupun ketinggian bangunan yang  dipersyaratkan. Juga tidak ada aturan yang mewajibkan untuk menyesuaikan dengan  disain2 sekitar, seperti yg sering dipersyaratkan bila kita membangun rumah  dalam lingkungan real estate atau cluster tertentu.</p>
<p>Tapi betapa kagetnya  saya (sebenernya gak kaget2 banget, soalnya pernah ada kejadian serupa  sebelumnya) ketika ternyata gambar IMB yang dikeluarkan pemda benar2 berbeda  dengan yang saya ajukan. Gambar IMB yang dikeluarkan oleh Pemda adalah gambar  bangunan tetangga sebelah rumah yang saya disain.<br />
Terus saya protes. Dan  mereka menjawab,&#8217;Gambar yang kami keluarkan adalah disain yang sering dipakai di  lingkungan sini. Jangan khawatir, karena izin tetap keluar dan anda tetap bisa  membangun. Kami tidak akan mengutakngutik  pembangunan.&#8217;</p>
<p>HEH???!!!!!!!!!</p>
<p>Saya tetep ngotot mina itu diganti.  Alasan utamanya adalah:</p>
<ol>
<li>Gambar yang saya disain tidak melanggar aturan bangunan apapun. baik aturan  primer (GSB, KDB, KLB, ketinggian bangunan) maupun sekunder (kesesuaian dengan  lingkungan sekitar).</li>
<li>Bila suatu saat si empunya rumah ingin melakukan renovasi, sekecil apapun,  katakanlah menambah kamar tidur atau kamar mandi, pihak pemda AKAN MEMINTA IMB  TERAKHIR. Kebayangkan bila bangunan yang sekarang tidak sesuai dengan IMB  terakhir yang ada? Walaupun anda sebenarnya hanya akan menambah kamar mandi,  <span style="color: #ff0000;">mereka akan mencharge semua hal dalam bangunan  yang tidak sesuai dengan IMB</span>. Hmmmm&#8230;.</li>
<li>Bila ada pergantian rezim kepemimpinan, trs tiba2 di adakan sidak ttg IMB  (misalnya), bangunan anda bisa dibongkar lo&#8230; atau dikenakan denda yang besar.</li>
<li>Saya udah bayar lebih dari yang seharusnya&#8230; Dan klien juga sudah bayar  saya untuk disain rumah mereka. kenapa mereka (orang pemda) sebegitu malasnya  untuk membuat blueprint dari gambar baru, dan lebih memilih gambar &#8216;yang sering  dipakai di lingkungan itu&#8217;? Saya kan gak lagi ngurus izin bangunan rumah  tetangga&#8230;.</li>
</ol>
<p>Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu, ketika saya  mengurus IMB rumah di Pulomas, Jakarta Timur. Disain rumah studio saya diubah  jadi rumah tradisional dengan 2 kamar tidur. Ketika saya tanya mengapa, mereka  dengan tenang menjawab bahwa mereka &#8216;memperbaiki&#8217; gambar saya sesuai dengan  rumah2 indonesia pada umumnya.. Lalu saya minta pada mereka untuk menunjukan  refrensi buku atau peraturan tentang &#8216;rumah2 indonesia pada umumnya&#8217;&#8230; sampai  sekarang saya belum mendapat jawaban&#8230; dan mereka tetap tidak mengembalikan  gambar IMB seperti gambar disain semula yang saya ajukan. Sebagai catatan,  disain yang ini juga tidak melanggar peraturan apapun.</p>
<p>Untuk orang Pemda  saya menghimbau untuk bekerja dengan benar sesuai porsinya, jangan membuat2 hal2  yang tidak perlu. Berilah arahan yang benar sesuai peraturan yang ada. Bukankah  anda sudah mendapat uang lebih dari pengurusan ini?</p>
<p>Untuk teman2 sebangsa  dan setanah air&#8230; Cobalah periksa kembali IMB  anda..</p>
<p>wassalam</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>*GSB: Garis Sempadan Bangunan.  Adalah batas terluar tanah dari tepi jalan yang bisa didirikan bangunan. Lebar  jalan didepan bangunan menjadi acuan. Bila lebar jalan 3 meter, maka GSB  bangunan itu adalah 3 meter dari tepi jalan. Begitu pula bila lebar jalan 5, 7  atau 10 meter.</p>
<p>** KDB: Koefisien Dasar Bangunan. Adalah Luas Lantai Dasar  Bangunan dibagi dengan Luas Lahan. Ini untuk memelihara luas peresapan air d  suatu lahan. Nilainya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya 30%-60%.</p>
<p>***KLB:  Koefisien Luas Bangunan. Adalah jumlah keseluruhan luas lantai yang ada di  bangunan tersebut, dibagi dengan Luas Lahan. Ini biasanya untuk membatasi luas  lantai maksimal pada suatu bangunan. Besarnya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya  untuk pemukiman nilainya 1-2. Kalau d daerah komersial nilainya d atas 2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
