Archive for the 'Urban' Category

Oct 27 2008

Posted by admin under Urban

Halal bihalal Virtual

Untuk kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya, yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah utama adalah waktu dan tempat. Walaupun sama2 satu kota dan kebetulan waktunya bisa ikutan, kendala jarak tempuh menjadi halangan. Alasan lain adalah pada waktu yang bersamaan sedang mengerjakan sesuatu. Sebenarnya bisa multi-tasking, kalau tempat kejadian berdekatan. Tapi sayangnya enggak gitu… Apalagi buat temen2 yang tidak tinggal di satu kota dimana undangan itu diadakan.

Saya jadi teringat dengan artikel bbrp minggu lalu d majalah tempo, tentang kuliah virtual. Saya mencoba googling, dan dapet juga artikelnya d media interaktif tempo. Judulnya ‘Ramai-Ramai Kuliah Virtual’. (Cek di http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#)
Inti artikelnya adalah saat ini sedang dikembangkan perkuliahan virtual dengan menggunakan game online ‘Second Life’ (www.secondlife.com). Perkuliahannya beneran, tapi diadakan di dunia virtual. Para dosen dan mahasiswa (yg berupa karakter virtual) mendatangi tempat virtual d game itu untuk melakukan kegiatan perkuliahan. Peminatnya banyak juga. Dan mereka pada keadaan sesungguhnya berasal dari tempat yang berbeda..

Lalu saya berpikir.. Hmmm.. Oke, gak semua orang indo udah kenal game itu.. Dan ok, internet disini gak secepet internet disana.. But it’s an idea.. Bukankah sebagian besar kita ‘bisa’ chat? Punya Instant messenger? Sering chat di room?

Memang sih, gak ada yang bisa ngalahin ‘kopi darat’. Tp, ini bisa menjadi alternatif, menurut saya. Bukankah selama ini sudah ada meeting teleconfrence? Kenapa gak dibuat meeting virtual, halal bihalal confrence, reuni virtual, dsb?

Dengan janjian berkumpul di suatu room, menyiapkan webcam dan microphone masing2, ’social gathering’ itu bs dihadiri oleh orang2 di manapun dia berada. Meeting, reuni, bahkan arisan, bisa diadakan.. tinggal siapkan saja m-banking..

Emang lebih hidup kl pk karakter spt game online.. tp it’s a start… Ada banyak game2 online yg bisa dimanfaatkan…

Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, mempermudah apa yang sulit, mempercepat apa yg lambat… Jadi kenapa tidak kita gunaken??

No Comments »

Oct 27 2008

Posted by admin under Urban

Kartu Merah dan Kartu Biryu

Semalem dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai…

TRIK DITILANG POLISI !

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan
lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan
yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir
taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog
antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat
nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus
sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang
kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…
(dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya
pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas)
kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna
MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg
warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form
biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU
Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo
kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada
nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan
yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak
berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang
form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy …
(terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa
kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap
melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota
polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk
polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan
polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri
si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2
memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600
sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi
SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil
berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau
transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi
itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu
nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT
DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda
sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau
membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat..
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan
nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang
dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar
denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo
gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan
SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak
melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

No Comments »

Oct 27 2008

Posted by admin under Building, Houses, Urban, arsitektur

Periksalah kembali IMB anda!!!

Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)…

Beberapa waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan Puloraya, Jakarta Selatan… Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, dengan luas 200m2, di kenakan charge 4,5 juta rupiah. Dan baru saja mengurus izin di BSD untuk 500m2, dikenakan charge 11 juta), akhirnya IMB itu jadi juga dalam waktu sebulan. Suatu hal yang wajar mengingat disain saya tidak melanggar aturan2 yang ada, baik itu GSB*, KDB**, KLB***, maupun ketinggian bangunan yang dipersyaratkan. Juga tidak ada aturan yang mewajibkan untuk menyesuaikan dengan disain2 sekitar, seperti yg sering dipersyaratkan bila kita membangun rumah dalam lingkungan real estate atau cluster tertentu.

Tapi betapa kagetnya saya (sebenernya gak kaget2 banget, soalnya pernah ada kejadian serupa sebelumnya) ketika ternyata gambar IMB yang dikeluarkan pemda benar2 berbeda dengan yang saya ajukan. Gambar IMB yang dikeluarkan oleh Pemda adalah gambar bangunan tetangga sebelah rumah yang saya disain.
Terus saya protes. Dan mereka menjawab,’Gambar yang kami keluarkan adalah disain yang sering dipakai di lingkungan sini. Jangan khawatir, karena izin tetap keluar dan anda tetap bisa membangun. Kami tidak akan mengutakngutik pembangunan.’

HEH???!!!!!!!!!

Saya tetep ngotot mina itu diganti. Alasan utamanya adalah:

  1. Gambar yang saya disain tidak melanggar aturan bangunan apapun. baik aturan primer (GSB, KDB, KLB, ketinggian bangunan) maupun sekunder (kesesuaian dengan lingkungan sekitar).
  2. Bila suatu saat si empunya rumah ingin melakukan renovasi, sekecil apapun, katakanlah menambah kamar tidur atau kamar mandi, pihak pemda AKAN MEMINTA IMB TERAKHIR. Kebayangkan bila bangunan yang sekarang tidak sesuai dengan IMB terakhir yang ada? Walaupun anda sebenarnya hanya akan menambah kamar mandi, mereka akan mencharge semua hal dalam bangunan yang tidak sesuai dengan IMB. Hmmmm….
  3. Bila ada pergantian rezim kepemimpinan, trs tiba2 di adakan sidak ttg IMB (misalnya), bangunan anda bisa dibongkar lo… atau dikenakan denda yang besar.
  4. Saya udah bayar lebih dari yang seharusnya… Dan klien juga sudah bayar saya untuk disain rumah mereka. kenapa mereka (orang pemda) sebegitu malasnya untuk membuat blueprint dari gambar baru, dan lebih memilih gambar ‘yang sering dipakai di lingkungan itu’? Saya kan gak lagi ngurus izin bangunan rumah tetangga….

Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu, ketika saya mengurus IMB rumah di Pulomas, Jakarta Timur. Disain rumah studio saya diubah jadi rumah tradisional dengan 2 kamar tidur. Ketika saya tanya mengapa, mereka dengan tenang menjawab bahwa mereka ‘memperbaiki’ gambar saya sesuai dengan rumah2 indonesia pada umumnya.. Lalu saya minta pada mereka untuk menunjukan refrensi buku atau peraturan tentang ‘rumah2 indonesia pada umumnya’… sampai sekarang saya belum mendapat jawaban… dan mereka tetap tidak mengembalikan gambar IMB seperti gambar disain semula yang saya ajukan. Sebagai catatan, disain yang ini juga tidak melanggar peraturan apapun.

Untuk orang Pemda saya menghimbau untuk bekerja dengan benar sesuai porsinya, jangan membuat2 hal2 yang tidak perlu. Berilah arahan yang benar sesuai peraturan yang ada. Bukankah anda sudah mendapat uang lebih dari pengurusan ini?

Untuk teman2 sebangsa dan setanah air… Cobalah periksa kembali IMB anda..

wassalam

Keterangan:

*GSB: Garis Sempadan Bangunan. Adalah batas terluar tanah dari tepi jalan yang bisa didirikan bangunan. Lebar jalan didepan bangunan menjadi acuan. Bila lebar jalan 3 meter, maka GSB bangunan itu adalah 3 meter dari tepi jalan. Begitu pula bila lebar jalan 5, 7 atau 10 meter.

** KDB: Koefisien Dasar Bangunan. Adalah Luas Lantai Dasar Bangunan dibagi dengan Luas Lahan. Ini untuk memelihara luas peresapan air d suatu lahan. Nilainya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya 30%-60%.

***KLB: Koefisien Luas Bangunan. Adalah jumlah keseluruhan luas lantai yang ada di bangunan tersebut, dibagi dengan Luas Lahan. Ini biasanya untuk membatasi luas lantai maksimal pada suatu bangunan. Besarnya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya untuk pemukiman nilainya 1-2. Kalau d daerah komersial nilainya d atas 2.

No Comments »

Jul 06 2008

Posted by admin under Urban

Halte Busway Itchu Membunuhkyu…

‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..
Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’

Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh…

Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta..

Bagaimana dengan haltenya???? Hmmmm…. Bentuknya sih rancak… millennyium…. Silver n glasses… but it’s FREAKIN HOT!!!! I mean REALLY HOT dalam arti yang sebenarnya…

Salah Ventilasi

Pernah gak anda terjebak di antrean? Terutama di koridor transit? Hebat ya… walaupun bentuknya millennium, tapi system ventilasinya kulonuwon… Dengan bentuknya yang tertutup hampir rapat, tidak ada AC atau kipas angin exhaust van.. Udara dapat masuk hanya dengan mengandalkan kisi2 kecil berbentuk krepyak. Memang sih udara masuk, tapi angin tidak… sedangkan angin adalah udara yang bergerak.. jadi, bagaimana mau ada udara bergerak dalam halte, walaupun udara masuk. Apalagi bila antrean padat.

Kesalahan terbesar adalah system ventilasi. Kisi2 angin yg sebenarnya banyak itu tidak berfungsi dengan optimal karena bentuknya yang menyudut. Bentuk itu memang dimaksudkan untuk menangkal hujan atau benda besar lain untuk masuk, dan hanya membiarkan udara masuk kedalam. Tapi efek lainnya adalah angin jadi amat susah untuk masuk. Pada halte koridor yang kecil mungkin ini tidak menjadi masalah besar karena jarak antara pintu masuk halte dengan tempat tunggu nya relative pendek. Tapi bagaimana dengan halte transit yang panjang? Sampai saat ini belum ada laporan orang pingsan karena kehabisan udara dalam halte. Tapi kayaknya gak lama lagi akan ada deh…..

Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan:

1. Ubah bentuk ventilasi yang sudah ada. Buatlah kisi yg ‘terbuka’, tidak menghalangi angin untuk masuk, bukan dengan system ‘krepyak’.
2. Perbanyak ruang ventilasi. Buatlah jendela, seperti nako. Memang riskan menjadi aksi vandalism campang (calon penumpang) busway yang ngamuk bila buswaynya ga dateng2. Tapi jendela bisa diletakkan di atas sehingga tidak terjangkau orang.
3. Berilah exhaust van (yang bener sih AC kl bisa…), minimal di satu sisi dinding, di dua titik. Atau di plafond. Harus ada angin yg mengalir. Kendalanya adalah masalah listrik. Tapi mungkin bisa diatasi pada solusi selanjutnya….
4. Pakailah solar cell pada tiap koridor bussway, untuk tenaga listrik mandiri. Investnya memang ga murah, tp bisa menjadi solusi listrik yang sering mati di bussway..
5. Tingkatkan frekwensi kedatangan busway, sehingga tidak perlu mengakibatkan antrean panjang. Sediakanlah bis-bis cadangan yg dapat digunakan pada waktu-waktu overload campang.

Terakhir, untuk Bang Foke, ente kan arsitek, mungkin punya solusi yang lenuh baik?

Terakhir 2, Cinca Laura, artis favoritkyu, mau coba nyayi nih :

Cinca Laura – Halte Ini Membunuhku (adopted from d’Masiv- Cinta Ini Membunuhku)
Intro: C Am F

C
kau membuat kyuberantchakan
Am
kau membuat kyu tak karuan
Dm
kau membuat kyu tak berdaya
G
kau memanggangkyu merebus dirikyu

C
bagaimana caranya untchuk
Am
meruntchuhkan kerasnya hatimyu
Dm
kyusadari kau tak sempyurna
G
kau tak sepertchi yang kyu inginkan

Reff:
C CMaj7
kau hancyurkan akyu dengan haltemyu
Em A Dm
tak sadarkah kau telah memanggang akyu
Em F Em Am
lelah hati ini meyakinkanmyu
Dm G
halte ini membunuhkyu

(interlude)
F G E/G# Am Em Dm Em F G

(ending)

No Comments »