<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>D+E Architect Blog &#187; admin</title>
	<atom:link href="http://www.dpluse.info/author/admin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dpluse.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 17:50:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Building]]></category>
		<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya.. setelah sekian lama hiatus, gw mulai posting lagi nih. Maklum selama ini sibuk Kali ini mau cerita singkat tentang rumah Puloraya. Ceritanya singkat aja:  Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya.. setelah sekian lama hiatus, gw mulai posting lagi nih. Maklum selama ini sibuk <img src='http://www.dpluse.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kali ini mau cerita singkat tentang <a title="Rumah Puloraya" href="http://dpluse.com/p-puloraya.htm" target="_blank">rumah Puloraya</a>.</p>
<p>Ceritanya singkat aja:  Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/QDA4-RysnvM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/QDA4-RysnvM&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/rumah-puloraya-ada-di-17-detik-pertama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halal bihalal Virtual</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:23:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya, yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah utama adalah waktu dan tempat. Walaupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSQgQoKCDcAAB0QKyc1/nebeans-chat-second-life.png?et=poPdP%2Cmqo435RbVxInE7Nw&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span>Untuk  kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang  hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik  rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya,  yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah  utama adalah waktu dan tempat. Walaupun sama2 satu kota dan kebetulan waktunya  bisa ikutan, kendala jarak tempuh menjadi halangan. Alasan lain adalah pada  waktu yang bersamaan sedang mengerjakan sesuatu. Sebenarnya bisa multi-tasking,  kalau tempat kejadian berdekatan. Tapi sayangnya enggak gitu&#8230; Apalagi buat  temen2 yang tidak tinggal di satu kota dimana undangan<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSQgQoKCDcAAB0QKyc1"></a> itu diadakan.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan  artikel bbrp minggu lalu d majalah tempo, tentang kuliah virtual. Saya mencoba  googling, dan dapet juga artikelnya d media interaktif tempo. Judulnya  &#8216;Ramai-Ramai Kuliah Virtual&#8217;. (Cek di <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#">http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#</a>)<br />
Inti  artikelnya adalah saat ini sedang dikembangkan perkuliahan virtual dengan  menggunakan game online &#8216;Second Life&#8217; (<cite><a href="http://www.secondlife.com/">www.<strong>secondlife</strong>.com</a>)</cite>.  Perkuliahannya beneran, tapi diadakan di<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSRiAoKCDcAADwve0A1"><img class="alignright" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSRiAoKCDcAADwve0A1/SecondLife.JPG?et=jNf%2C5qTUzVfyU9%2Cp1JsVSg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a> dunia virtual. Para dosen dan mahasiswa (yg berupa karakter virtual) mendatangi  tempat virtual d game itu untuk melakukan kegiatan perkuliahan. Peminatnya  banyak juga. Dan mereka pada keadaan sesungguhnya berasal dari tempat yang  berbeda..</p>
<p>Lalu saya berpikir.. Hmmm.. Oke, gak semua orang indo udah  kenal game itu.. Dan ok, internet disini gak secepet internet disana.. But it&#8217;s  an idea.. Bukankah sebagian besar kita &#8216;bisa&#8217; chat? Punya Instant messenger?  Sering chat di room?</p>
<p>Memang sih, gak ada yang bisa ngalahin &#8216;kopi  darat&#8217;. Tp, ini bisa menjadi alternatif, menurut saya. Bukankah selama ini sudah  ada meeting teleconfrence? Kenapa gak dibuat meeting virtual, halal bihalal  confrence, reuni virtual, dsb?</p>
<p>Dengan janjian berkumpul di suatu room,  menyiapkan webcam dan microphone masing2, &#8216;social gathering&#8217; itu bs dihadiri  oleh orang2 di manapun dia berada. Meeting, reuni, bahkan arisan, bisa  diadakan.. tinggal siapkan saja m-banking..</p>
<p><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SQSSDAoKCDcAAEz@t2o1"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQSSDAoKCDcAAEz@t2o1/screenshot.second-life-h.png?et=Cm8rO9ZS2k5RnhQUNUfbLA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a>Emang  lebih hidup kl pk karakter spt game online.. tp it&#8217;s a start&#8230; Ada banyak game2  online yg bisa dimanfaatkan&#8230;</p>
<p>Teknologi diciptakan untuk membantu  manusia, mempermudah apa yang sulit, mempercepat apa yg lambat&#8230; Jadi kenapa  tidak kita gunaken??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/halal-bihalal-virtual/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Merah dan Kartu Biryu</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Semalem dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai&#8230; TRIK DITILANG POLISI ! Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="bodytext"><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SQE7zgoKCDcAACPiLZI1/sby-keamanan1.jpg?et=ZszQiJtc%2B19h0qaX1B8fmg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span>Semalem  dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk  pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai&#8230;</p>
<p>TRIK DITILANG POLISI  !</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk  kebutuhan<br />
lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada  adegan<br />
yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika  sopir<br />
taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya  dialog<br />
antara polisi dan sopir taksi.</p>
<p>Polisi (P) : Selamat siang mas,  bisa lihat Sim dan STNK?<br />
Sopir (Sop) : Baik Pak…</p>
<p>P : Mas  tau..kesalahannya apa?<br />
Sop : Gak pak</p>
<p>P : Ini nomor polisinya gak  seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat<br />
nomor taksi yg memang gak standar)  sambil langsung mengeluarkan jurus<br />
sakti mengambil buku tilang…lalu menulis  dengan sigap<br />
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau  ilang<br />
kemana… kalo ada pasti saya pasang</p>
<p>P : Sudah…saya tilang  saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…<br />
(dengan nada keras!! )<br />
Sop  : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya<br />
pak , ini  kan bukan mobil curian!</p>
<p>P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan  nada lebih tegas)<br />
kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat  tilang warna<br />
<span style="color: #ff0000;">MERAH</span>)<br />
Sop : Maaf  pak saya gak mau yang warna <span style="color: #ff0000;">MERAH</span> suratnya…Saya mau yg<br />
warna <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> aja</p>
<p>P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini  form<br />
biru itu <span style="font-size: x-small;">gak berlaku</span>!<br />
Sop : Sejak kapan pak form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> surat tilang gak  berlaku?</p>
<p>P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>…<br />
Dulu kamu bisa minta form  <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>… tapi sekarang ini kamu Gak  bisa… Kalo<br />
kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan  ngotot)<br />
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan  nada<br />
nantangin tuh polisi)</p>
<p>Dalam hati saya …berani betul sopir taksi  ini …<br />
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?<br />
Sop : Siapa yg  melawan!? Saya kan cuman minta form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span>… Bapak kan<br />
yang gak mau  ngasih</p>
<p>P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan  petugas!<br />
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> udah gak<br />
berlaku? Gini aja pak  saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang<br />
form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> gak berlaku (sambil ngambil  HP)</p>
<p>Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy  …<br />
(terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.<br />
P : Hey! Kamu bukan  wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa<br />
kandangin (sambil  berlalu)<br />
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah  siap<br />
melepaskan &#8220;shoot pertama&#8221; (tiba-tiba dihalau oleh seorang  anggota<br />
polisi lagi )</p>
<p>P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti  itu<br />
Sop : Si bapak itu yg bilang form <span style="color: #3366ff;">BIRU</span> gak bisa dikasih (sambil  tunjuk<br />
polisi yg menilangnya)</p>
<p>lalu si polisi ke 2 itu menghampiri  polisi yang menilang tadi, ada<br />
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang  menghalau si sopir dan<br />
polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau  tadi menghampiri<br />
si sopir taksi<br />
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah  nya? (sambil meminta)<br />
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh  (polisi ke 2<br />
memanggil polisi yang menilang)</p>
<p>P : Sini tak kasih surat  yang biru (dengan nada kesal)</p>
<p>Lalu polisi yang nilang tadi menulis  nominal denda sebesar Rp.30.600<br />
sambil berkata &#8220;nih kamu bayar sekarang ke  BRI … lalu kamu ambil lagi<br />
SIM kamu disini, saya tunggu&#8221;.<br />
S : (Yes!!) Ok  pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…</p>
<p>Kemudian si sopir taksi  segera menjalnkan kembali taksinya sambil<br />
berkata pada saya, &#8220;Pak .. maaf  kita ke ATM sebentar ya .. mau<br />
transfer uang tilang . Saya berkata ya  silakan.</p>
<p>Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … &#8220;Hatiku senang  banget<br />
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke  polisi<br />
itu.&#8221; &#8220;Untung saya paham macam2 surat tilang.&#8221;</p>
<p>Tambahnya, &#8220;Pak  kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu<br />
nunggu 2 minggu untuk  sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT<br />
DAMAI…. Mending bayar mahal ke  negara sekalian daripada buat oknum!&#8221;</p>
<p>Dari obrolan dengan sopir taksi  tersebut dapat saya infokan ke Anda<br />
sebagai berikut:<br />
<br style="font-weight: bold;" /><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;">SLIP MERAH</span>, berarti kita  menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau<br />
membela diri secara hukum (ikut  sidang) di pengadilan setempat..<br />
Itupun di pengadilan nanti masih banyak  calo, antrian panjang, Dan<br />
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar  berupa pembengkakan<br />
nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang,  dokumen tilang<br />
dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan  oknum<br />
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai  tilang.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #3366ff;">SLIP  BIRU</span>, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia  membayar<br />
denda.<br />
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening  tertentu (kalo<br />
gak salah norek Bank BUMN).<br />
Sesudah itu kita tinggal bawa  bukti transfer untuk di tukar dengan<br />
SIM/STNK kita di kapolsek terdekat  dimana kita ditilang.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #cc33cc;">You know what!? Denda yang  tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak</span><br style="font-weight: bold; color: #cc33cc;" /><span style="font-weight: bold; color: #cc33cc;">melebihi 50ribu! dan dananya  RESMI MASUK KE KAS NEGARA.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/kartu-merah-dan-kartu-biryu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Periksalah kembali IMB anda!!!</title>
		<link>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Building]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)&#8230; Beberapa waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan Puloraya, Jakarta Selatan&#8230; Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)&#8230;</p>
<p>Beberapa  waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan  Puloraya, Jakarta Selatan&#8230; Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta  rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan  (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah  Rawamangun, Jakarta Timur, dengan luas 200m2, di kenakan charge 4,5 juta rupiah.  Dan baru saja mengurus izin di BSD untuk 500m2, dikenakan charge 11 juta),  akhirnya IMB itu jadi juga dalam waktu sebulan. Suatu hal yang wajar mengingat  disain saya tidak melanggar aturan2 yang ada, baik itu <span style="font-style: italic;">GSB</span>*, <span style="font-style: italic;">KDB</span>**, <span style="font-style: italic;">KLB</span>***, maupun ketinggian bangunan yang  dipersyaratkan. Juga tidak ada aturan yang mewajibkan untuk menyesuaikan dengan  disain2 sekitar, seperti yg sering dipersyaratkan bila kita membangun rumah  dalam lingkungan real estate atau cluster tertentu.</p>
<p>Tapi betapa kagetnya  saya (sebenernya gak kaget2 banget, soalnya pernah ada kejadian serupa  sebelumnya) ketika ternyata gambar IMB yang dikeluarkan pemda benar2 berbeda  dengan yang saya ajukan. Gambar IMB yang dikeluarkan oleh Pemda adalah gambar  bangunan tetangga sebelah rumah yang saya disain.<br />
Terus saya protes. Dan  mereka menjawab,&#8217;Gambar yang kami keluarkan adalah disain yang sering dipakai di  lingkungan sini. Jangan khawatir, karena izin tetap keluar dan anda tetap bisa  membangun. Kami tidak akan mengutakngutik  pembangunan.&#8217;</p>
<p>HEH???!!!!!!!!!</p>
<p>Saya tetep ngotot mina itu diganti.  Alasan utamanya adalah:</p>
<ol>
<li>Gambar yang saya disain tidak melanggar aturan bangunan apapun. baik aturan  primer (GSB, KDB, KLB, ketinggian bangunan) maupun sekunder (kesesuaian dengan  lingkungan sekitar).</li>
<li>Bila suatu saat si empunya rumah ingin melakukan renovasi, sekecil apapun,  katakanlah menambah kamar tidur atau kamar mandi, pihak pemda AKAN MEMINTA IMB  TERAKHIR. Kebayangkan bila bangunan yang sekarang tidak sesuai dengan IMB  terakhir yang ada? Walaupun anda sebenarnya hanya akan menambah kamar mandi,  <span style="color: #ff0000;">mereka akan mencharge semua hal dalam bangunan  yang tidak sesuai dengan IMB</span>. Hmmmm&#8230;.</li>
<li>Bila ada pergantian rezim kepemimpinan, trs tiba2 di adakan sidak ttg IMB  (misalnya), bangunan anda bisa dibongkar lo&#8230; atau dikenakan denda yang besar.</li>
<li>Saya udah bayar lebih dari yang seharusnya&#8230; Dan klien juga sudah bayar  saya untuk disain rumah mereka. kenapa mereka (orang pemda) sebegitu malasnya  untuk membuat blueprint dari gambar baru, dan lebih memilih gambar &#8216;yang sering  dipakai di lingkungan itu&#8217;? Saya kan gak lagi ngurus izin bangunan rumah  tetangga&#8230;.</li>
</ol>
<p>Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu, ketika saya  mengurus IMB rumah di Pulomas, Jakarta Timur. Disain rumah studio saya diubah  jadi rumah tradisional dengan 2 kamar tidur. Ketika saya tanya mengapa, mereka  dengan tenang menjawab bahwa mereka &#8216;memperbaiki&#8217; gambar saya sesuai dengan  rumah2 indonesia pada umumnya.. Lalu saya minta pada mereka untuk menunjukan  refrensi buku atau peraturan tentang &#8216;rumah2 indonesia pada umumnya&#8217;&#8230; sampai  sekarang saya belum mendapat jawaban&#8230; dan mereka tetap tidak mengembalikan  gambar IMB seperti gambar disain semula yang saya ajukan. Sebagai catatan,  disain yang ini juga tidak melanggar peraturan apapun.</p>
<p>Untuk orang Pemda  saya menghimbau untuk bekerja dengan benar sesuai porsinya, jangan membuat2 hal2  yang tidak perlu. Berilah arahan yang benar sesuai peraturan yang ada. Bukankah  anda sudah mendapat uang lebih dari pengurusan ini?</p>
<p>Untuk teman2 sebangsa  dan setanah air&#8230; Cobalah periksa kembali IMB  anda..</p>
<p>wassalam</p>
<p>Keterangan:</p>
<p>*GSB: Garis Sempadan Bangunan.  Adalah batas terluar tanah dari tepi jalan yang bisa didirikan bangunan. Lebar  jalan didepan bangunan menjadi acuan. Bila lebar jalan 3 meter, maka GSB  bangunan itu adalah 3 meter dari tepi jalan. Begitu pula bila lebar jalan 5, 7  atau 10 meter.</p>
<p>** KDB: Koefisien Dasar Bangunan. Adalah Luas Lantai Dasar  Bangunan dibagi dengan Luas Lahan. Ini untuk memelihara luas peresapan air d  suatu lahan. Nilainya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya 30%-60%.</p>
<p>***KLB:  Koefisien Luas Bangunan. Adalah jumlah keseluruhan luas lantai yang ada di  bangunan tersebut, dibagi dengan Luas Lahan. Ini biasanya untuk membatasi luas  lantai maksimal pada suatu bangunan. Besarnya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya  untuk pemukiman nilainya 1-2. Kalau d daerah komersial nilainya d atas 2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/houses/periksalah-kembali-imb-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;There comes a time when even Gods must die&#8217;</title>
		<link>http://www.dpluse.info/uncategorized/there-comes-a-time-when-even-gods-must-die</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/uncategorized/there-comes-a-time-when-even-gods-must-die#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Halo lagi. Saya barusan selesai beresin komik2 saya sambil buat inventori. Trus nemu komik Superman #75, &#8216;The Death of Superman&#8217; ini. Komik th 92. Weks.. 92&#8230; Udah masuk itungan jadul blm ya? Jadi terkenang2 masa lalyu&#8230; Waktu masih pake baju putih abyu&#8230;. &#8216;There comes a time when even Gods must die&#8217;, kata ompung Lex Luthor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="item_madeti:journal:4">
<div class="itemshadow">
<div class="itembox">
<div class="bodytext"><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTE1goKCDcAAG8aLts1"></a><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPTE1goKCDcAAG8aLts1/83756635410.75.GIF?et=uQ%2BLkY7s6dKLTHpubI8s5Q&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span>Halo  lagi.</p>
<p>Saya barusan selesai beresin komik2 saya sambil buat inventori.  Trus nemu komik Superman #75, &#8216;The Death of Superman&#8217; ini. Komik th 92. Weks..  92&#8230; Udah masuk itungan jadul blm ya? Jadi terkenang2 masa lalyu&#8230; Waktu masih  pake baju putih abyu&#8230;.</p>
<p>&#8216;There comes a time when even Gods must die&#8217;,  kata ompung Lex Luthor pada akhir thn 92. Waktu itu, Superman, sahabat karibnya  digebukin sampe mati sama Doomsday. Dunia heboh tahun itu. Superman yang<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTE1goKCDcAAG8aLts1"></a> jarang luka akhirnya mati juga sama Doomsday.  Sama-sama mati sih sebenernya.<br />
<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTE1goKCDcAAG8aLts1"></a><br />
Waktu itu saya masih kelas 2 SMA. Udah lama  juga ya. 16 tahun bro&#8230; Anak2 yg lahir tahun segitu sekarang udah kelas 1-2  SMA. Si Iin, adek saya, baru masuk SMP. Si inang m<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTE1goKCDcAAG8aLts1"></a>asih pacaran sama bowo. Pacar saya tercinca pasti  waktu itu baru bisa baca. heheheh&#8230;<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTG8AoKCDcAACCO9d41"><img class="alignright" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPTG8AoKCDcAACCO9d41/SupermanDoomsday.jpg?et=GozrnRO327oDNoMfSTI9Cg&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Berita  matinya Superman sampai masuk halaman depan New York Times. Masuk koran Kompas  di Indonesia. Heboh deh. Penjualan komik Superman saat itu mencapai angka  tertinggi (empat kali cetak, jarang untuk komik ini), bahkan masih memegang  rekor penjualan komik Superman tertinggi sampai sekarang. Alasan kenapa DC  comics matiin Superman karena penjualan komiknya saat itu (sampai sekarang)  kurang laku dibanding seri2 lain. Abis ceritanya flat aja. Anyway, DC berhasil  mencapai tujuannya, memboosting komik superman sampai tingkap langit ke tiga.  hehehehe&#8230;</p>
<p>Temen SMA saya suatu hari bawain komik cetakan ke empatnya.  Karena saking penasarannya, komik ini sempet beredar di kelas. Anak2 pada  penasaran. Sebagai kolektor komik pemula saat itu, ada keinginan untuk punya  cetakan pertamanya. Denger2 infonya, komik yang cover pricenya US$ 1.25 ini,  harga first printnya udah sampe US$20!! Dan itu kurang dari 2 bulan sejak komik  itu terbit.</p>
<p><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTFaAoKCDcAAH2NBrU1"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPTFaAoKCDcAAH2NBrU1/83756635410.75.4TH.PRT.GIF?et=Wj1CQXqHv3FGcXsh9MM%2BpQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a>Akhirnya,  setelah melakukan pengiritan ketat, saya memberanikan diri untuk pergi ke DH  comics di Pondok Indah. Trs ketemu Samin-Gimin, dynamic duo disana. Dengan berat  hati, uang Rp. 50 ribu (dulu sedollarnya masih Rp. 2500. dulu makan di McD, 5000  perak itu udah mewah, dapet paketnya Big Mac. sekarang mana dapet) keluar juga.  Dengan deg2an bahagia, saya pegang komiknya itu.. heheheh&#8230;. Ohya, itu adalah  komik &#8216;mahal&#8217; saya yang pertama. Bersejarah.</p>
<p>Komiknya beda sama yang  cetakan ke empat yang saya udah punya sebelumnya. Yang ini paketan dalam kantong  plastik hitam. Isinya komik supermannya, poster gede, koran palsu, perangko,  sama arm-ban.</p>
<p>Pada akhirnya saya punya 3 komik superman #75 ini. Yang  pertama tadi yang dikasih temen, yang 4th print. Ini yang untuk di baca2. Yang  kedua yang 1st print tadi. Ini untuk di koleksi, dimasukin dalam plastic bag dan  disimpen aja. Nah, yang ketiga nemu di pasar senen. karena harganya murah, jadi  saya gunting2&#8230;..<br />
<a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SPTHdwoKCDcAADKchOo1"><img class="alignright" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SPTHdwoKCDcAADKchOo1/1184861456.jpg?et=1gffr03qDjqxDrC938wDRA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Walaupun  akhirnya Supermannya idup lagi beberapa bulan kemudian, Doomsday nya juga idup  lagi, saya gak nyesel beli komiknya. Sekarang kl liat di priceguide komik, harga  first printnya US$ 25 &#8211; US$ 40.</p>
<p>Bulan lalu saya jalan2 ke ratu plasa, eh  ketemu DVD animasi bajakannya. Keluaran tahun 2007. Superman/Doomsday judulnya.  Lumayan buat nostalgia.</p></div>
<div style="clear: both;"><!-- --></div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/uncategorized/there-comes-a-time-when-even-gods-must-die/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah &#8216;Rumah Minimalis&#8217;</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/salah-kaprah-rumah-minimalis</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/salah-kaprah-rumah-minimalis#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 15:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>
		<category><![CDATA[House]]></category>
		<category><![CDATA[Minimalist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger kan jenis ‘rumah minimalis’? Kayaknya lagi ngetrend sekarang.. apalagi bagi pelaku property. Kalau kita jual atau beli rumah dengan brand ‘rumah minimalis’, kita akan dihadapkan dengan rumah wah dengan harga wah.. Tahukah anda bahwa rumah-rumah yang dinamakan ‘Rumah Minimalis’ sekarang ini sebagian besar BUKAN rumah minimalis? Modern itu bukan minimalis Saya sering, bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href='http://www.dpluse.info/wp-content/uploads/2008/07/800px-museumtvradio03.jpg'><img src="http://www.dpluse.info/wp-content/uploads/2008/07/800px-museumtvradio03.jpg" alt="Museum TV Radio" title="Museum TV Radio" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-13" /></a></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Pernah denger kan jenis ‘rumah minimalis’? Kayaknya lagi ngetrend sekarang.. apalagi bagi pelaku property. Kalau kita jual atau beli rumah dengan brand ‘rumah minimalis’, kita akan dihadapkan dengan rumah wah dengan harga wah..</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Tahukah anda bahwa rumah-rumah yang dinamakan ‘Rumah Minimalis’ sekarang ini sebagian besar BUKAN rumah minimalis?</span></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Modern itu bukan minimalis</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Saya sering, bahkan hampir selalu, mendapat permintaan dari klien-klien untuk mendisain rumah atau bangunan minimalis. Dan ketika saya meminta para kilien untuk merefrensikan bangunan-bangunan yang mereka kategorikan ‘rumah minimalis’, ternyata yg mereka referensikan BUKAN ‘rumah minimalis’ yang sebenarnya. Yang mereka tunjuk adalah bangunan modern yang dipadu unsur tropis, atau bangunan tropis yg dipadu unsur modern. Atau bahkan bangunan mediteran. Intinya, mereka merujuk paduan bangunan modern sebagai bangunan minimalis. Dan bangunan modern itu BUKAN bangunan minimalis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Minimalis itu minimal</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Apa sebenarnya minimalis? Gerakan ini dipacu oleh krisis ekonomi dunia. Timbul penyederhanaan pada bentuk2 bangunan yg ada. Baik dari bentuk, detail, warna, dan penggunaan material. Intinya, penghematan biaya. Sebenarnya gerakan ini sdh pernah ada di Jerman pada tahun 30-an, dinamakan gerakan Bauhaus, yg dipelopori oleh Mies v. d. Rohe dan Walter Gropius. Bentuk bangunannya sangat geometris, bentuk kotak, sederhana, dan berwarna putih. Inilah ciri bangunan minimalis yang sebenarnya. Tidak ada bentuk aneh. Tidak ada permainan warna. Tidak ada detail. Tidak ada batu alam atau tembok bergaris. Beratap datar. Dan tidak mahal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Di Indonesia, sebagai daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi, penggunaan atap datar tidaklah cocok. Hampir tidak ada atau sedikit sekali bangunan minimalis murni disini. Karena selain pengaruh iklim tadi, sebenarnya bangunan minimalis itu bersifat ‘dingin’, tidak ramah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Modern Tropis</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Dikarenakan faktor-faktor tadi, timbullah perpaduan dengan unsur tropis, mulai dari pemakaian atap miring, pelana dan perisai. Sampai tahap ini unsur minimalis masih terasa kuat. Selanjutnya masuk juga penggunaan unsur batu alam sebagai pemanis, yang mana pada perkembangannya penggunaan batu alam ini dapat disubtitusi dengan penggunaan finishing dinding bergaris. Unsur pemanis ditambahkan juga dengan permainan warna pada bangunan. Penambahan detail-detail pada bangunan. Sampai tahap ini, sudah tidak bisa dikatakan bangunan minimalis lagi. Dan terakhir perubahan harga jual yang lebih mahal dari rumah model lainnya, yang sama sekali bukan ciri dari bangunan minimalis.</span></span></p>
<p align="center">
<a href='http://www.dpluse.info/wp-content/uploads/2008/07/albera133_a.jpg'><img src="http://www.dpluse.info/wp-content/uploads/2008/07/albera133_a.jpg" alt="Albera 133" title="Albera 133" width="340" height="281" class="aligncenter size-full wp-image-14" /></a>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Jadi, bangunan minimalis adalah bangunan, yang secara harafiah, benar-benar minimalis atau sederhana, baik dari bentuk, warna (selalu putih), fungsi, dan juga harga. Dan bangunan minimalis itu ‘dingin’, dan tidak selalu sedap untuk dipandang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Bila anda merujuk pada bangunan dengan komposisi bentuk yang apik, permainan warna pastel yang segar, detail yang cantik, permainan atap miring sebagai ‘mahkota’ yang indah, serta sentuhan batu alam, dan sedap di pandang mata, maka anda merujuk pada bangunan ‘modern tropis’, BUKAN minimalis. Dan harga bangunan ini tidaklah murah.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/salah-kaprah-rumah-minimalis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halte Busway Itchu Membunuhkyu…</title>
		<link>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 17:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’ Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh… Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta.. Bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td class="cattitle"></td>
<td class="itemsubsub"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="item_body" class="bodytext">
<p class="MsoNormal"><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDw4goKCDcAAHFIAG41"></a><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDw4goKCDcAAHFIAG41"></a><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHDw4goKCDcAAHFIAG41/2005958924330043414_fs.jpg?et=BFB6nd30VcTqt3UXASJnug&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></span><em><span style="color: #ffffff;">‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..</span><br style="color: #ffffff;" /><span style="color: #ffffff;">Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’</span></em></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh…</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta..</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana dengan haltenya???? Hmmmm…. Bentuknya sih rancak… millennyium…. Silver n glasses… but it’s FREAKIN HOT!!!! I mean REALLY HOT dalam arti yang sebenarnya…</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Salah Ventilasi</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pernah gak anda terjebak di antrean? Terutama di koridor transit? Hebat ya… walaupun bentuknya millennium, tapi system ventilasinya kulonuwon… Dengan bentuknya yang tertutup hampir rapat, tidak ada AC atau kipas angin exhaust van.. Udara dapat masuk hanya dengan mengandalkan kisi2 kecil berbentuk krepyak. Memang sih udara masuk, tapi angin tidak… sedangkan angin adalah udara yang bergerak.. jadi, bagaimana mau ada udara bergerak dalam halte, walaupun udara masuk. Apalagi bila antrean padat.</p>
<p class="MsoNormal">Kesalahan terbesar adalah system ventilasi. Kisi2 angin yg sebenarnya banyak itu tidak berfungsi dengan optimal karena bentuknya yang menyudut. Bentuk itu memang dimaksudkan untuk menangkal hujan atau benda besar lain untuk masuk, dan hanya membiarkan udara masuk kedalam. Tapi efek lainnya adalah angin jadi amat susah untuk masuk. Pada halte koridor yang kecil mungkin ini tidak menjadi masalah besar karena jarak antara pintu masuk halte dengan tempat tunggu nya relative pendek. Tapi bagaimana dengan halte transit yang panjang? Sampai saat ini belum ada laporan orang pingsan karena kehabisan udara dalam halte. Tapi kayaknya gak lama lagi akan ada deh…..</p>
<p class="MsoNormal">Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan:</p>
<p><!-- [if !supportLists] --><span><span>1.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Ubah bentuk ventilasi yang sudah ada. Buatlah kisi yg ‘terbuka’, tidak menghalangi angin untuk masuk, bukan dengan system ‘krepyak’.<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>2.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Perbanyak ruang ventilasi. Buatlah jendela, seperti nako. Memang riskan menjadi aksi vandalism <em>campang</em> (calon penumpang) busway yang ngamuk bila buswaynya ga dateng2. Tapi jendela bisa diletakkan di atas sehingga tidak terjangkau orang.<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>3.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Berilah exhaust van (yang bener sih AC kl bisa…), minimal di satu sisi dinding, di dua titik. Atau di plafond. Harus ada angin yg mengalir. Kendalanya adalah masalah listrik. Tapi mungkin bisa diatasi pada solusi selanjutnya….<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>4.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Pakailah solar cell pada tiap koridor bussway, untuk tenaga listrik mandiri. Investnya memang ga murah, tp bisa menjadi solusi listrik yang sering mati di bussway..<br />
<!-- [if !supportLists] --><span><span>5.<span style="font-family: "> </span></span></span><!-- [endif] -->Tingkatkan frekwensi kedatangan busway, sehingga tidak perlu mengakibatkan antrean panjang. Sediakanlah bis-bis cadangan yg dapat digunakan pada waktu-waktu overload campang.</p>
<p class="MsoNormal">Terakhir, untuk Bang Foke, ente kan arsitek, mungkin punya solusi yang lenuh baik?</p>
<p class="MsoNormal">Terakhir 2, Cinca Laura, artis favoritkyu, mau coba nyayi nih <img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png" alt="" />:</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://madeti.multiply.com/photos/hi-res/upload/SHDxrQoKCDcAAH2IRbI1"><img class="alignleft" src="http://images.madeti.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SHDxrQoKCDcAAH2IRbI1/1.jpg?et=8OzLPGZj4eBCc3QvDYtmEQ&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="margin: 12pt 0in;"><strong><span style="font-size: 10pt;">Cinca Laura – Halte Ini Membunuhku (</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt; font-weight: normal;">adopted from</span></strong><strong><span style="font-size: 10pt;"> d’Masiv- Cinta Ini Membunuhku)</span></strong><br />
Intro: C Am F</p>
<p>C<br />
kau membuat kyuberantchakan<br />
Am<br />
kau membuat kyu tak karuan<br />
Dm<br />
kau membuat kyu tak berdaya<br />
G<br />
kau memanggangkyu merebus dirikyu</p>
<p>C<br />
bagaimana caranya untchuk<br />
Am<br />
meruntchuhkan kerasnya hatimyu<br />
Dm<br />
kyusadari kau tak sempyurna<br />
G<br />
kau tak sepertchi yang kyu inginkan</p>
<p>Reff:<br />
C CMaj7<br />
kau hancyurkan akyu dengan haltemyu<br />
Em A Dm<br />
tak sadarkah kau telah memanggang akyu<br />
Em F Em Am<br />
lelah hati ini meyakinkanmyu<br />
Dm G<br />
halte ini membunuhkyu</p>
<p>(interlude)<br />
F G E/G# Am Em Dm Em F G</p>
<p>(ending)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/urban/halte-busway-itchu-membunuhkyu%e2%80%a6/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Anti Banjir</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/rumah-anti-banjir</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/rumah-anti-banjir#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 14:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Banjir. Inilah bencana alam yang paling menjadi momok bagi penduduk Indonesia, terutama Jakarta. Banjir besar Jakarta yg mempunyai siklus 5 tahunan, kemungkinan besar akan menjadi lebih kecil siklusnya menjadi tahunan. Sampai sekarang pemerintah nampaknya belum berhasil mengatasi masalah ini. Dan selama pemerintah belum bisa mengatasinya, banjir akan datang terus menyerang warga. Kabar buruknya lagi, tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Banjir</strong>. Inilah bencana alam yang paling menjadi momok bagi penduduk Indonesia, terutama Jakarta. Banjir besar Jakarta yg mempunyai siklus 5 tahunan, kemungkinan besar akan menjadi lebih kecil siklusnya menjadi tahunan. Sampai sekarang pemerintah nampaknya belum berhasil mengatasi masalah ini. Dan selama pemerintah belum bisa mengatasinya, banjir akan datang terus menyerang warga. Kabar buruknya lagi, tidak ada rumah anti banjir.</p></blockquote>
<p>Walaupun belum ada rumah yang ‘anti banjir’, bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Solusi disini adalah bagaimana caranya tetap tinggal dan hidup ‘nyaman’ di rumah, mengurangi kerusakan pada barang-barang, walaupun banjir datang.</p>
<p>Bagi yang sudah memiliki rumah didaerah banjir, mungkin cara yang bisa dipakai adalah meninggikan ketinggian lantai rumah dan halaman besar. Inipun dg ketinggian yang sangat terbatas, karena dibatasi dengan ketinggian plafon rumah dari lantai. Misalnya ketinggian lantai ke plafon sekarang adalah 3 m, maka maksimal kenaikan tinggi lantai adalah 50 cm, sehingga ketinggian lantai ke plafon yg baru menjadi 2,5 m. Bila ketinggian lantai-plafon skrg hanya 2,5 m, penambahan ketinggian maksimal yang bisa dilakukan hanya sekitar 30 cm. Kalau menginginkan ketinggian yg lebih dari itu, misalnya 1-1,5 m, sebaiknya anda merenovasi total rumah anda atau membuat / membeli rumah baru di lokasi lain.</p>
<p>Bila anda ingin merenovasi total, atau membuat rumah baru di lahan yg terdapat di kawasan banjir, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan.</p>
<p><strong>1. Informasi ketinggian air banjir maksimal yang pernah terjadi di wilayah itu.</strong> Inilah hal pertama yang penting dilakukan. Bertanyalah pada warga di lingkungan itu seberapa tinggi banjir yang pernah terjadi. Ini akan menjadi dasar penentuan ketinggian rumah induk.</p>
<p><strong>2. Letak ketinggian halaman dan carport harus berada di atas jalan.</strong> Uruglah tanah  anda. Buatlah minimal 50 cm diatas jalan. Bila anda memiliki halaman atau lahan parkir yang luas, anda bisa meninggikannya hingga 1 meter atau lebih. Sehingga bila terjadi banjir ‘kecil’, lahan anda masih terhindar dari air dan barang2 berharga seperti kendaraan bisa terlindungi.</p>
<p><strong>3. Merencanakan Posisi Rumah Induk.</strong> Yang dimaksud dengan rumah induk disini adalah bagian-bagian dari rumah, kecuali bagian servis. Disinilah ketinggian air banjir maksimal yg pernah terjadi (point 1) diperlukan. Buatlah posisi rumah induk beberapa jarak di atas posisi banjir tertinggi, kalau bisa antara 50 cm sampai 1 meter. Misalnya, banjir tertinggi yang pernah terjadi di wilayah itu 1 meter dari jalan, berarti posisi rumah induk harus berada paling tidak 1,5 meter dari jalan. Ini untuk mengantisipasi datangnya banjir yang lebih besar dari yang pernah ada. Ada beberapa cara untuk mewujudkannya:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>a. Membuat Rumah Panggung.</strong> Dengan mengangkat ketinggian lantai dan membiarkan ruang dibawahnya kosong, seperti rumah-rumah tradisional Indonesia.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>b. Mengurug tanah.</strong> Mengisi kekosongan ruang dengan tanah urug dengan ketinggian minimal 50 cm dari batas banjir maksimal (misalnya batas banjir 1 m, maka urugan tanah 1,5 m. bila taman yang ada juga ikut diurug, bisa menjadi landscape yang indah dan menjadi satu kesatuan dgn rumah. Urugan bisa dilakukan dengan menggunakan tanah atau puing-puing. Dan setelah diurug tanahnya harus dipadatkan (stamper). Pondasi dibuat sebelum tanah diurug. Setelah dipondasi, dibuat balok pengikat, lalu diurug. Setelah tanah urugan di padatkan, dibuat balok pengikat diatasnya agar bangunan lebih kaku.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>c. Meletakkan Rumah induk di lantai atas.</strong> Bila ketinggian banjir maksimal 2 m, dan ketinggian lahan untuk halaman menjadi 50cm, maka ketinggian rumah induk minimal menjadi 2,5 m dan selisihnya dengan lahan halaman menjadi 2 m. Selisih Ruang sebesar 2 meter dapat dimanfaatkan menjadi ruang lain, seperti gudang, garasi mobil, ruang pembantu, yang memang tidak bisa digunakan kala banjir besar tiba. Rumah induk menjadi lantai atas, dan untuk mencapainya ada tangga dari halaman depan menuju entrance yang ada di lantai atas.</p>
<p><strong>4. Instalasi Mekanikal dan Elektrikal diletakkan diatas ketinggian banjir.</strong> Pipa pembuangan air keluar diletakkan di tempat yang tinggi. Posisi bagian atas septic tank minimal setinggi lahan halaman (50 cm dr jalan), lebih baik bila berada diatas batas banjir (setara tanah urugan), dan bisa di manipulasi sebagai taman. Persiapkan tempat penampungan air yang besar, untuk antisipasi kekurangan air ketika banjir. Penempatan instalasi listrik juga minimal 1 m dari lantai rumah induk. Bila perlu sediakanlah genset untuk cadangan listrik, dan ditempatkan di tempat yg tinggi.</p>
<p>Memiliki rumah yang lebih tinggi dari jalan, selain untuk menghindari masuknya air banjir, bisa terlihat menjadi lebih ‘wah’ karena ketinggiannya itu. Dan bila dipadukan dengan disain arsitektur yg apik, akan menjadi rumah yang menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/rumah-anti-banjir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah (Bangunan) Indah Tidak Perlu Mahal</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/rumah-bangunan-indah-tidak-perlu-mahal</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/rumah-bangunan-indah-tidak-perlu-mahal#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Houses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/design/rumah-bangunan-indah-tidak-perlu-mahal</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Indah itu mahal? Ya iyalah…. Kecuali yg jual lg kepepet.. Bangun rumah indah itu mahal? Belum tentu!! Apa yang membuat rumah terlihat indah? Disain. Komposisi bentuk, warna, material, dan kualitas dari bangunan itu. Dengan layout yg fungsional dan efektif, rumah menjadi apik. Lalu apa yang membuat rumah itu menjadi mahal? Pemakaian material yg ‘premium’. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Rumah Indah itu mahal? Ya iyalah…. Kecuali yg jual lg kepepet..</p>
<p>Bangun rumah indah itu mahal? Belum tentu!!</p></blockquote>
<p><strong>Apa yang membuat rumah terlihat indah?</strong></p>
<p>Disain. Komposisi bentuk, warna, material, dan kualitas dari bangunan itu. Dengan layout yg fungsional dan efektif, rumah menjadi apik.</p>
<p>Lalu apa yang membuat rumah itu menjadi mahal? Pemakaian material yg ‘premium’. Yang dimaksud mahal disini adalah apabila kita bandingkan biaya pembangunan per m2.</p>
<p><strong>Material mahal TIDAK membuat bangunan indah</strong></p>
<p>Ada 2 macam material yg digunakan dalam pembangunan rumah/bangunan. Yang pertama adalah material struktur. Untuk material struktur, percayakan pada ahlinya, orang struktur, arsitek, atau tukang yang ahli. Jangan coba2 mengakali struktur, bila anda buta soal struktur. Bisa fatal boss..</p>
<p>Yang kedua adalah material finishing. Ada kelas2nya. Ada KW1 untuk kualitas 1, KW 2, dan KW 3. Yang termasuk material finishing adalah jenis lantai, cat dinding, plafond, sanitary kamar mandi, jenis atap, penggunaan batu alam, bahan kusen/pintu/jendela, dll. Disinilah yg kita bisa ‘mainkan’.</p>
<p>Lantai KW1 adalah lantai yg pinggirannya cutting, bukan yg ‘pinggul. Penggunaan lantai KW1 meminimalisasi nat (batas antar keramik) lantai, malah bisa menghilangkan. Ini tidak bisa dilakukan bila memakai lantai KW 2 dan 3. Tapi, bukan berarti pemakaian lantai KW 2 dan 3 tidak bisa indah.</p>
<p>Cat dinding yang baik adalah cat yg tidak mengeluarkan kapur ketika digesek dengan kain atau tangan (setelah kering lo di geseknya). Ada dua jenis cat, untuk interior dan eksterior.  Untuk interior bisa dipakai cat apa aja (jangan yg buruk), karena tidak berhadapan langsung dengan cahaya dan cuaca. Warna cat bisa pudar terkena cahaya matahari. Untuk cat eksterior, pakailah cat ‘weather shield’. Warnanya lebih glossy dan harganya lebih mahal.</p>
<p>Jadi, sekali lagi, material mahal TIDAK membuat bangunan indah. Itu akan memperindah disain yg sudah indah, tp tidak membuat disain yg ‘biasa’ menjadi indah. Apalagi kl disain itu benar2 biasa, kesannya akan jadi norak. Jd pikir2 lagi kl mau pakai material premium.. worth or not…</p>
<p><strong>Pilihlah material sesuai kantong</strong></p>
<p>Untuk penggunaan material ‘standard’ di Jakarta, harga per m2 adalah Rp. 2 juta. Bagaimana pun bentuk bangunannya, yang indah dan jelek, harga relatif sama. Bila anda membangun bangunan biasa aja dengan luas 100 m2, dan tetangga anda membangun rumah yg ‘indah’, dengan luas yg sama dan dgn material yg sama, yg standard, maka harga pembangunan akan relative sama, sekitar 200 jutaan… Lalu apa yg membedakannya? Nilai tambahnya… Rumah anda bisa dijual dgn harga sampai 260 jt (gak termasuk tanah), tp tetangga anda bisa sampai 300 jtan (gak termasuk tanah juga).</p>
<p>Jadi, kenapa ga sekalian buat rumah yg indah….</p>
<p><strong>Bagaimana membuat rumah indah?</strong></p>
<p>Ada 2 tahap.. yg pertama, cari disain yg bagus. Tahap kedua, cari kontraktor yg bagus.</p>
<p>Cari disain yg bagus? Ada dua cara juga…</p>
<p>1. Cari rumah yg bagus, trs foto.. atau cari gambar rumah yg bagus di majalah atau buku, trs di scan… trs cari deh kontraktor yg bagus yg bisa niru bangunan itu.. Biaya: biaya foto sama cetak, atau biaya bli majalahnya.. murah kan? Dengan catatan gak ketauan sama owner rumah or arsiteknya, atau sudah dapet restu dari mereka… ATAU, anda akan di tuntut ratusan juta di pengadilan perdata sama mereka. Dan anda akan mendapat bangunan yg HAMPIR mirip dengan bangunan yang anda inginkan.</p>
<p>2. Cari arsitek bagus (susah carinya? Kontak saya aja! <img src='http://www.dpluse.info/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ). Biaya: 5-10% dari anggaran bangunan. Anda akan mendapatkan bangunan yang unik, bahkan bisa lebih bagus dari yang anda bayangkan, pemilihan material yang pas, budget dan kontrol bangunan yang terkendali. Dan anda bisa dengan bangga menceritakan kepada kolega anda,’saya punya arsitek…’, atau,’arsitek saya bilang…’</p>
<p>Cari kontraktor yg baik? Mintalah rekomendasi dr rekan anda, lalu lihat hasil2 bangunan yg sudah mereka bangun, dan mintalah testimony dr org2 yg sudah memakai jasa kontraktor itu.<br />
Jadi, kesimpulannya, buat rumah atau bangunan yg indah gak perlu mahal kan?</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/rumah-bangunan-indah-tidak-perlu-mahal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Casa Padma Hotel and Suites</title>
		<link>http://www.dpluse.info/design/casa-padma-hotel-and-suites</link>
		<comments>http://www.dpluse.info/design/casa-padma-hotel-and-suites#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 17:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Renovation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dpluse.info/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Location Jl. Padma, Legian, Bali Land area 2000 square meters Floor area 4000 square meters Also refer: Casa Padma in dpluse.com Website: http://www.indo.com/hotels/casapadma/]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Location</strong> Jl. Padma, Legian, Bali<br />
<strong>Land area</strong> 2000 square meters<br />
<strong>Floor area</strong> 4000 square meters</p>
<p>Also refer: <a href="http://www.dpluse.com/p-casa.htm" target="_blank">Casa Padma in dpluse.com</a></p>
<p>Website: <a href="http://www.indo.com/hotels/casapadma/" target="_blank">http://www.indo.com/hotels/casapadma/</a></p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><img src="D:/Pictures/D+E/k-casa.gif" border="0" alt="" width="267" height="200" /></td>
<td><img src="D:/Pictures/D+E/p-casa.gif" border="0" alt="" width="160" height="120" /></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="D:/Pictures/D+E/k-casa-01.gif" border="0" alt="" width="267" height="200" /></td>
<td><img src="D:/Pictures/D+E/k-casa-02.gif" border="0" alt="" width="267" height="200" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dpluse.info/design/casa-padma-hotel-and-suites/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
