Oct 30 2009

Posted by admin under Building, Design, Houses, arsitektur

Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama

Akhirnya.. setelah sekian lama hiatus, gw mulai posting lagi nih. Maklum selama ini sibuk :)

Kali ini mau cerita singkat tentang rumah Puloraya.

Ceritanya singkat aja:  Rumah Puloraya Ada Di 17 Detik Pertama

No Comments »

Oct 27 2008

Posted by admin under Urban

Halal bihalal Virtual

Untuk kesekian kalinya, saya mendapat e-mail undangan pertemuan reuni dan rapat, yang hampir pasti tidak bisa saya sambangi. Berbagai macam undangan serupa, baik rapat, reuni, halal bihalal, dan berbagai macam acara social gathering lainnya, yg tidak bisa (bukan gak mau, kalau gak mau sih lain soal) saya hadiri. Masalah utama adalah waktu dan tempat. Walaupun sama2 satu kota dan kebetulan waktunya bisa ikutan, kendala jarak tempuh menjadi halangan. Alasan lain adalah pada waktu yang bersamaan sedang mengerjakan sesuatu. Sebenarnya bisa multi-tasking, kalau tempat kejadian berdekatan. Tapi sayangnya enggak gitu… Apalagi buat temen2 yang tidak tinggal di satu kota dimana undangan itu diadakan.

Saya jadi teringat dengan artikel bbrp minggu lalu d majalah tempo, tentang kuliah virtual. Saya mencoba googling, dan dapet juga artikelnya d media interaktif tempo. Judulnya ‘Ramai-Ramai Kuliah Virtual’. (Cek di http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/09/22/TI/mbm.20080922.TI128303.id.html#)
Inti artikelnya adalah saat ini sedang dikembangkan perkuliahan virtual dengan menggunakan game online ‘Second Life’ (www.secondlife.com). Perkuliahannya beneran, tapi diadakan di dunia virtual. Para dosen dan mahasiswa (yg berupa karakter virtual) mendatangi tempat virtual d game itu untuk melakukan kegiatan perkuliahan. Peminatnya banyak juga. Dan mereka pada keadaan sesungguhnya berasal dari tempat yang berbeda..

Lalu saya berpikir.. Hmmm.. Oke, gak semua orang indo udah kenal game itu.. Dan ok, internet disini gak secepet internet disana.. But it’s an idea.. Bukankah sebagian besar kita ‘bisa’ chat? Punya Instant messenger? Sering chat di room?

Memang sih, gak ada yang bisa ngalahin ‘kopi darat’. Tp, ini bisa menjadi alternatif, menurut saya. Bukankah selama ini sudah ada meeting teleconfrence? Kenapa gak dibuat meeting virtual, halal bihalal confrence, reuni virtual, dsb?

Dengan janjian berkumpul di suatu room, menyiapkan webcam dan microphone masing2, ’social gathering’ itu bs dihadiri oleh orang2 di manapun dia berada. Meeting, reuni, bahkan arisan, bisa diadakan.. tinggal siapkan saja m-banking..

Emang lebih hidup kl pk karakter spt game online.. tp it’s a start… Ada banyak game2 online yg bisa dimanfaatkan…

Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, mempermudah apa yang sulit, mempercepat apa yg lambat… Jadi kenapa tidak kita gunaken??

No Comments »

Oct 27 2008

Posted by admin under Urban

Kartu Merah dan Kartu Biryu

Semalem dapet email forwardan dari temenku.. Kayaknya bisa amat sangat berguna untuk pemakai jalan.. Baca ya sampai selesai…

TRIK DITILANG POLISI !

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja untuk kebutuhan
lebaran, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan
yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir
taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog
antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat
nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus
sakti mengambil buku tilang…lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh… wong plat aslinya udah gak tau ilang
kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…kamu tau gak banyak mobil curian sekarang…
(dengan nada keras!! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya
pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas)
kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna
MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg
warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form
biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU
Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo
kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada
nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan
yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak
berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang
form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy …
(terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa
kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap
melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota
polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk
polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan
polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri
si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2
memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600
sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi
SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil
berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau
transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget
pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi
itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu
nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT
DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda
sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau
membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat..
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan
nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang
dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum
kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar
denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo
gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan
SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak
melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

No Comments »

Oct 27 2008

Posted by admin under Building, Houses, Urban, arsitektur

Periksalah kembali IMB anda!!!

Mau share sedikit nih ttg IMB (Izin Membangun Bangunan)…

Beberapa waktu lalu saya mengurus surat IMB untuk renovasi rumah klien saya di bilangan Puloraya, Jakarta Selatan… Dengan biaya yang mahal dan tanpa acuan, 12 juta rupiah (sebelumnya mereka/orang pemda minta 15 juta) untuk 250m2 bangunan (Sebagai pembanding, bbrp bulan sebelumnya saya mengurus IMB di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, dengan luas 200m2, di kenakan charge 4,5 juta rupiah. Dan baru saja mengurus izin di BSD untuk 500m2, dikenakan charge 11 juta), akhirnya IMB itu jadi juga dalam waktu sebulan. Suatu hal yang wajar mengingat disain saya tidak melanggar aturan2 yang ada, baik itu GSB*, KDB**, KLB***, maupun ketinggian bangunan yang dipersyaratkan. Juga tidak ada aturan yang mewajibkan untuk menyesuaikan dengan disain2 sekitar, seperti yg sering dipersyaratkan bila kita membangun rumah dalam lingkungan real estate atau cluster tertentu.

Tapi betapa kagetnya saya (sebenernya gak kaget2 banget, soalnya pernah ada kejadian serupa sebelumnya) ketika ternyata gambar IMB yang dikeluarkan pemda benar2 berbeda dengan yang saya ajukan. Gambar IMB yang dikeluarkan oleh Pemda adalah gambar bangunan tetangga sebelah rumah yang saya disain.
Terus saya protes. Dan mereka menjawab,’Gambar yang kami keluarkan adalah disain yang sering dipakai di lingkungan sini. Jangan khawatir, karena izin tetap keluar dan anda tetap bisa membangun. Kami tidak akan mengutakngutik pembangunan.’

HEH???!!!!!!!!!

Saya tetep ngotot mina itu diganti. Alasan utamanya adalah:

  1. Gambar yang saya disain tidak melanggar aturan bangunan apapun. baik aturan primer (GSB, KDB, KLB, ketinggian bangunan) maupun sekunder (kesesuaian dengan lingkungan sekitar).
  2. Bila suatu saat si empunya rumah ingin melakukan renovasi, sekecil apapun, katakanlah menambah kamar tidur atau kamar mandi, pihak pemda AKAN MEMINTA IMB TERAKHIR. Kebayangkan bila bangunan yang sekarang tidak sesuai dengan IMB terakhir yang ada? Walaupun anda sebenarnya hanya akan menambah kamar mandi, mereka akan mencharge semua hal dalam bangunan yang tidak sesuai dengan IMB. Hmmmm….
  3. Bila ada pergantian rezim kepemimpinan, trs tiba2 di adakan sidak ttg IMB (misalnya), bangunan anda bisa dibongkar lo… atau dikenakan denda yang besar.
  4. Saya udah bayar lebih dari yang seharusnya… Dan klien juga sudah bayar saya untuk disain rumah mereka. kenapa mereka (orang pemda) sebegitu malasnya untuk membuat blueprint dari gambar baru, dan lebih memilih gambar ‘yang sering dipakai di lingkungan itu’? Saya kan gak lagi ngurus izin bangunan rumah tetangga….

Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu, ketika saya mengurus IMB rumah di Pulomas, Jakarta Timur. Disain rumah studio saya diubah jadi rumah tradisional dengan 2 kamar tidur. Ketika saya tanya mengapa, mereka dengan tenang menjawab bahwa mereka ‘memperbaiki’ gambar saya sesuai dengan rumah2 indonesia pada umumnya.. Lalu saya minta pada mereka untuk menunjukan refrensi buku atau peraturan tentang ‘rumah2 indonesia pada umumnya’… sampai sekarang saya belum mendapat jawaban… dan mereka tetap tidak mengembalikan gambar IMB seperti gambar disain semula yang saya ajukan. Sebagai catatan, disain yang ini juga tidak melanggar peraturan apapun.

Untuk orang Pemda saya menghimbau untuk bekerja dengan benar sesuai porsinya, jangan membuat2 hal2 yang tidak perlu. Berilah arahan yang benar sesuai peraturan yang ada. Bukankah anda sudah mendapat uang lebih dari pengurusan ini?

Untuk teman2 sebangsa dan setanah air… Cobalah periksa kembali IMB anda..

wassalam

Keterangan:

*GSB: Garis Sempadan Bangunan. Adalah batas terluar tanah dari tepi jalan yang bisa didirikan bangunan. Lebar jalan didepan bangunan menjadi acuan. Bila lebar jalan 3 meter, maka GSB bangunan itu adalah 3 meter dari tepi jalan. Begitu pula bila lebar jalan 5, 7 atau 10 meter.

** KDB: Koefisien Dasar Bangunan. Adalah Luas Lantai Dasar Bangunan dibagi dengan Luas Lahan. Ini untuk memelihara luas peresapan air d suatu lahan. Nilainya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya 30%-60%.

***KLB: Koefisien Luas Bangunan. Adalah jumlah keseluruhan luas lantai yang ada di bangunan tersebut, dibagi dengan Luas Lahan. Ini biasanya untuk membatasi luas lantai maksimal pada suatu bangunan. Besarnya berbeda2 di tiap wilayah. Biasanya untuk pemukiman nilainya 1-2. Kalau d daerah komersial nilainya d atas 2.

1 Comment »

Oct 27 2008

Posted by admin under Uncategorized

‘There comes a time when even Gods must die’

Halo lagi.

Saya barusan selesai beresin komik2 saya sambil buat inventori. Trus nemu komik Superman #75, ‘The Death of Superman’ ini. Komik th 92. Weks.. 92… Udah masuk itungan jadul blm ya? Jadi terkenang2 masa lalyu… Waktu masih pake baju putih abyu….

‘There comes a time when even Gods must die’, kata ompung Lex Luthor pada akhir thn 92. Waktu itu, Superman, sahabat karibnya digebukin sampe mati sama Doomsday. Dunia heboh tahun itu. Superman yang jarang luka akhirnya mati juga sama Doomsday. Sama-sama mati sih sebenernya.

Waktu itu saya masih kelas 2 SMA. Udah lama juga ya. 16 tahun bro… Anak2 yg lahir tahun segitu sekarang udah kelas 1-2 SMA. Si Iin, adek saya, baru masuk SMP. Si inang masih pacaran sama bowo. Pacar saya tercinca pasti waktu itu baru bisa baca. heheheh…

Berita matinya Superman sampai masuk halaman depan New York Times. Masuk koran Kompas di Indonesia. Heboh deh. Penjualan komik Superman saat itu mencapai angka tertinggi (empat kali cetak, jarang untuk komik ini), bahkan masih memegang rekor penjualan komik Superman tertinggi sampai sekarang. Alasan kenapa DC comics matiin Superman karena penjualan komiknya saat itu (sampai sekarang) kurang laku dibanding seri2 lain. Abis ceritanya flat aja. Anyway, DC berhasil mencapai tujuannya, memboosting komik superman sampai tingkap langit ke tiga. hehehehe…

Temen SMA saya suatu hari bawain komik cetakan ke empatnya. Karena saking penasarannya, komik ini sempet beredar di kelas. Anak2 pada penasaran. Sebagai kolektor komik pemula saat itu, ada keinginan untuk punya cetakan pertamanya. Denger2 infonya, komik yang cover pricenya US$ 1.25 ini, harga first printnya udah sampe US$20!! Dan itu kurang dari 2 bulan sejak komik itu terbit.

Akhirnya, setelah melakukan pengiritan ketat, saya memberanikan diri untuk pergi ke DH comics di Pondok Indah. Trs ketemu Samin-Gimin, dynamic duo disana. Dengan berat hati, uang Rp. 50 ribu (dulu sedollarnya masih Rp. 2500. dulu makan di McD, 5000 perak itu udah mewah, dapet paketnya Big Mac. sekarang mana dapet) keluar juga. Dengan deg2an bahagia, saya pegang komiknya itu.. heheheh…. Ohya, itu adalah komik ‘mahal’ saya yang pertama. Bersejarah.

Komiknya beda sama yang cetakan ke empat yang saya udah punya sebelumnya. Yang ini paketan dalam kantong plastik hitam. Isinya komik supermannya, poster gede, koran palsu, perangko, sama arm-ban.

Pada akhirnya saya punya 3 komik superman #75 ini. Yang pertama tadi yang dikasih temen, yang 4th print. Ini yang untuk di baca2. Yang kedua yang 1st print tadi. Ini untuk di koleksi, dimasukin dalam plastic bag dan disimpen aja. Nah, yang ketiga nemu di pasar senen. karena harganya murah, jadi saya gunting2…..

Walaupun akhirnya Supermannya idup lagi beberapa bulan kemudian, Doomsday nya juga idup lagi, saya gak nyesel beli komiknya. Sekarang kl liat di priceguide komik, harga first printnya US$ 25 – US$ 40.

Bulan lalu saya jalan2 ke ratu plasa, eh ketemu DVD animasi bajakannya. Keluaran tahun 2007. Superman/Doomsday judulnya. Lumayan buat nostalgia.

No Comments »

Jul 08 2008

Posted by admin under Design, Houses

Salah Kaprah ‘Rumah Minimalis’

Museum TV Radio

Pernah denger kan jenis ‘rumah minimalis’? Kayaknya lagi ngetrend sekarang.. apalagi bagi pelaku property. Kalau kita jual atau beli rumah dengan brand ‘rumah minimalis’, kita akan dihadapkan dengan rumah wah dengan harga wah..

Tahukah anda bahwa rumah-rumah yang dinamakan ‘Rumah Minimalis’ sekarang ini sebagian besar BUKAN rumah minimalis?

Modern itu bukan minimalis

Saya sering, bahkan hampir selalu, mendapat permintaan dari klien-klien untuk mendisain rumah atau bangunan minimalis. Dan ketika saya meminta para kilien untuk merefrensikan bangunan-bangunan yang mereka kategorikan ‘rumah minimalis’, ternyata yg mereka referensikan BUKAN ‘rumah minimalis’ yang sebenarnya. Yang mereka tunjuk adalah bangunan modern yang dipadu unsur tropis, atau bangunan tropis yg dipadu unsur modern. Atau bahkan bangunan mediteran. Intinya, mereka merujuk paduan bangunan modern sebagai bangunan minimalis. Dan bangunan modern itu BUKAN bangunan minimalis.

Minimalis itu minimal

Apa sebenarnya minimalis? Gerakan ini dipacu oleh krisis ekonomi dunia. Timbul penyederhanaan pada bentuk2 bangunan yg ada. Baik dari bentuk, detail, warna, dan penggunaan material. Intinya, penghematan biaya. Sebenarnya gerakan ini sdh pernah ada di Jerman pada tahun 30-an, dinamakan gerakan Bauhaus, yg dipelopori oleh Mies v. d. Rohe dan Walter Gropius. Bentuk bangunannya sangat geometris, bentuk kotak, sederhana, dan berwarna putih. Inilah ciri bangunan minimalis yang sebenarnya. Tidak ada bentuk aneh. Tidak ada permainan warna. Tidak ada detail. Tidak ada batu alam atau tembok bergaris. Beratap datar. Dan tidak mahal.

Di Indonesia, sebagai daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi, penggunaan atap datar tidaklah cocok. Hampir tidak ada atau sedikit sekali bangunan minimalis murni disini. Karena selain pengaruh iklim tadi, sebenarnya bangunan minimalis itu bersifat ‘dingin’, tidak ramah.

Modern Tropis

Dikarenakan faktor-faktor tadi, timbullah perpaduan dengan unsur tropis, mulai dari pemakaian atap miring, pelana dan perisai. Sampai tahap ini unsur minimalis masih terasa kuat. Selanjutnya masuk juga penggunaan unsur batu alam sebagai pemanis, yang mana pada perkembangannya penggunaan batu alam ini dapat disubtitusi dengan penggunaan finishing dinding bergaris. Unsur pemanis ditambahkan juga dengan permainan warna pada bangunan. Penambahan detail-detail pada bangunan. Sampai tahap ini, sudah tidak bisa dikatakan bangunan minimalis lagi. Dan terakhir perubahan harga jual yang lebih mahal dari rumah model lainnya, yang sama sekali bukan ciri dari bangunan minimalis.

Albera 133

Jadi, bangunan minimalis adalah bangunan, yang secara harafiah, benar-benar minimalis atau sederhana, baik dari bentuk, warna (selalu putih), fungsi, dan juga harga. Dan bangunan minimalis itu ‘dingin’, dan tidak selalu sedap untuk dipandang.

Bila anda merujuk pada bangunan dengan komposisi bentuk yang apik, permainan warna pastel yang segar, detail yang cantik, permainan atap miring sebagai ‘mahkota’ yang indah, serta sentuhan batu alam, dan sedap di pandang mata, maka anda merujuk pada bangunan ‘modern tropis’, BUKAN minimalis. Dan harga bangunan ini tidaklah murah.

5 Comments »

Jul 06 2008

Posted by admin under Urban

Halte Busway Itchu Membunuhkyu…

‘ Hancyurkan Akyu dengan Haltemyu…..
Tak Sadarkah Kau telah memanggang akyu….’

Halo.. Anda pengguna busway? Atau pernah naek busway? Kalau belum pernah, coba deh…

Sejak adanya bussway, thx to bang yos, perjalanan pengguna kendaraan umum sedikit lebih cepat, sedikit lebih nyaman, dan sedikit lebih dingin…. Tp itu hanya terjadi KETIKA kita DI DALAM Bussway Transjakarta..

Bagaimana dengan haltenya???? Hmmmm…. Bentuknya sih rancak… millennyium…. Silver n glasses… but it’s FREAKIN HOT!!!! I mean REALLY HOT dalam arti yang sebenarnya…

Salah Ventilasi

Pernah gak anda terjebak di antrean? Terutama di koridor transit? Hebat ya… walaupun bentuknya millennium, tapi system ventilasinya kulonuwon… Dengan bentuknya yang tertutup hampir rapat, tidak ada AC atau kipas angin exhaust van.. Udara dapat masuk hanya dengan mengandalkan kisi2 kecil berbentuk krepyak. Memang sih udara masuk, tapi angin tidak… sedangkan angin adalah udara yang bergerak.. jadi, bagaimana mau ada udara bergerak dalam halte, walaupun udara masuk. Apalagi bila antrean padat.

Kesalahan terbesar adalah system ventilasi. Kisi2 angin yg sebenarnya banyak itu tidak berfungsi dengan optimal karena bentuknya yang menyudut. Bentuk itu memang dimaksudkan untuk menangkal hujan atau benda besar lain untuk masuk, dan hanya membiarkan udara masuk kedalam. Tapi efek lainnya adalah angin jadi amat susah untuk masuk. Pada halte koridor yang kecil mungkin ini tidak menjadi masalah besar karena jarak antara pintu masuk halte dengan tempat tunggu nya relative pendek. Tapi bagaimana dengan halte transit yang panjang? Sampai saat ini belum ada laporan orang pingsan karena kehabisan udara dalam halte. Tapi kayaknya gak lama lagi akan ada deh…..

Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan:

1. Ubah bentuk ventilasi yang sudah ada. Buatlah kisi yg ‘terbuka’, tidak menghalangi angin untuk masuk, bukan dengan system ‘krepyak’.
2. Perbanyak ruang ventilasi. Buatlah jendela, seperti nako. Memang riskan menjadi aksi vandalism campang (calon penumpang) busway yang ngamuk bila buswaynya ga dateng2. Tapi jendela bisa diletakkan di atas sehingga tidak terjangkau orang.
3. Berilah exhaust van (yang bener sih AC kl bisa…), minimal di satu sisi dinding, di dua titik. Atau di plafond. Harus ada angin yg mengalir. Kendalanya adalah masalah listrik. Tapi mungkin bisa diatasi pada solusi selanjutnya….
4. Pakailah solar cell pada tiap koridor bussway, untuk tenaga listrik mandiri. Investnya memang ga murah, tp bisa menjadi solusi listrik yang sering mati di bussway..
5. Tingkatkan frekwensi kedatangan busway, sehingga tidak perlu mengakibatkan antrean panjang. Sediakanlah bis-bis cadangan yg dapat digunakan pada waktu-waktu overload campang.

Terakhir, untuk Bang Foke, ente kan arsitek, mungkin punya solusi yang lenuh baik?

Terakhir 2, Cinca Laura, artis favoritkyu, mau coba nyayi nih :

Cinca Laura – Halte Ini Membunuhku (adopted from d’Masiv- Cinta Ini Membunuhku)
Intro: C Am F

C
kau membuat kyuberantchakan
Am
kau membuat kyu tak karuan
Dm
kau membuat kyu tak berdaya
G
kau memanggangkyu merebus dirikyu

C
bagaimana caranya untchuk
Am
meruntchuhkan kerasnya hatimyu
Dm
kyusadari kau tak sempyurna
G
kau tak sepertchi yang kyu inginkan

Reff:
C CMaj7
kau hancyurkan akyu dengan haltemyu
Em A Dm
tak sadarkah kau telah memanggang akyu
Em F Em Am
lelah hati ini meyakinkanmyu
Dm G
halte ini membunuhkyu

(interlude)
F G E/G# Am Em Dm Em F G

(ending)

No Comments »

Jul 06 2008

Posted by admin under Design, Houses

Rumah Anti Banjir

Banjir. Inilah bencana alam yang paling menjadi momok bagi penduduk Indonesia, terutama Jakarta. Banjir besar Jakarta yg mempunyai siklus 5 tahunan, kemungkinan besar akan menjadi lebih kecil siklusnya menjadi tahunan. Sampai sekarang pemerintah nampaknya belum berhasil mengatasi masalah ini. Dan selama pemerintah belum bisa mengatasinya, banjir akan datang terus menyerang warga. Kabar buruknya lagi, tidak ada rumah anti banjir.

Walaupun belum ada rumah yang ‘anti banjir’, bukan berarti tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Solusi disini adalah bagaimana caranya tetap tinggal dan hidup ‘nyaman’ di rumah, mengurangi kerusakan pada barang-barang, walaupun banjir datang.

Bagi yang sudah memiliki rumah didaerah banjir, mungkin cara yang bisa dipakai adalah meninggikan ketinggian lantai rumah dan halaman besar. Inipun dg ketinggian yang sangat terbatas, karena dibatasi dengan ketinggian plafon rumah dari lantai. Misalnya ketinggian lantai ke plafon sekarang adalah 3 m, maka maksimal kenaikan tinggi lantai adalah 50 cm, sehingga ketinggian lantai ke plafon yg baru menjadi 2,5 m. Bila ketinggian lantai-plafon skrg hanya 2,5 m, penambahan ketinggian maksimal yang bisa dilakukan hanya sekitar 30 cm. Kalau menginginkan ketinggian yg lebih dari itu, misalnya 1-1,5 m, sebaiknya anda merenovasi total rumah anda atau membuat / membeli rumah baru di lokasi lain.

Bila anda ingin merenovasi total, atau membuat rumah baru di lahan yg terdapat di kawasan banjir, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan.

1. Informasi ketinggian air banjir maksimal yang pernah terjadi di wilayah itu. Inilah hal pertama yang penting dilakukan. Bertanyalah pada warga di lingkungan itu seberapa tinggi banjir yang pernah terjadi. Ini akan menjadi dasar penentuan ketinggian rumah induk.

2. Letak ketinggian halaman dan carport harus berada di atas jalan. Uruglah tanah  anda. Buatlah minimal 50 cm diatas jalan. Bila anda memiliki halaman atau lahan parkir yang luas, anda bisa meninggikannya hingga 1 meter atau lebih. Sehingga bila terjadi banjir ‘kecil’, lahan anda masih terhindar dari air dan barang2 berharga seperti kendaraan bisa terlindungi.

3. Merencanakan Posisi Rumah Induk. Yang dimaksud dengan rumah induk disini adalah bagian-bagian dari rumah, kecuali bagian servis. Disinilah ketinggian air banjir maksimal yg pernah terjadi (point 1) diperlukan. Buatlah posisi rumah induk beberapa jarak di atas posisi banjir tertinggi, kalau bisa antara 50 cm sampai 1 meter. Misalnya, banjir tertinggi yang pernah terjadi di wilayah itu 1 meter dari jalan, berarti posisi rumah induk harus berada paling tidak 1,5 meter dari jalan. Ini untuk mengantisipasi datangnya banjir yang lebih besar dari yang pernah ada. Ada beberapa cara untuk mewujudkannya:

a. Membuat Rumah Panggung. Dengan mengangkat ketinggian lantai dan membiarkan ruang dibawahnya kosong, seperti rumah-rumah tradisional Indonesia.

b. Mengurug tanah. Mengisi kekosongan ruang dengan tanah urug dengan ketinggian minimal 50 cm dari batas banjir maksimal (misalnya batas banjir 1 m, maka urugan tanah 1,5 m. bila taman yang ada juga ikut diurug, bisa menjadi landscape yang indah dan menjadi satu kesatuan dgn rumah. Urugan bisa dilakukan dengan menggunakan tanah atau puing-puing. Dan setelah diurug tanahnya harus dipadatkan (stamper). Pondasi dibuat sebelum tanah diurug. Setelah dipondasi, dibuat balok pengikat, lalu diurug. Setelah tanah urugan di padatkan, dibuat balok pengikat diatasnya agar bangunan lebih kaku.

c. Meletakkan Rumah induk di lantai atas. Bila ketinggian banjir maksimal 2 m, dan ketinggian lahan untuk halaman menjadi 50cm, maka ketinggian rumah induk minimal menjadi 2,5 m dan selisihnya dengan lahan halaman menjadi 2 m. Selisih Ruang sebesar 2 meter dapat dimanfaatkan menjadi ruang lain, seperti gudang, garasi mobil, ruang pembantu, yang memang tidak bisa digunakan kala banjir besar tiba. Rumah induk menjadi lantai atas, dan untuk mencapainya ada tangga dari halaman depan menuju entrance yang ada di lantai atas.

4. Instalasi Mekanikal dan Elektrikal diletakkan diatas ketinggian banjir. Pipa pembuangan air keluar diletakkan di tempat yang tinggi. Posisi bagian atas septic tank minimal setinggi lahan halaman (50 cm dr jalan), lebih baik bila berada diatas batas banjir (setara tanah urugan), dan bisa di manipulasi sebagai taman. Persiapkan tempat penampungan air yang besar, untuk antisipasi kekurangan air ketika banjir. Penempatan instalasi listrik juga minimal 1 m dari lantai rumah induk. Bila perlu sediakanlah genset untuk cadangan listrik, dan ditempatkan di tempat yg tinggi.

Memiliki rumah yang lebih tinggi dari jalan, selain untuk menghindari masuknya air banjir, bisa terlihat menjadi lebih ‘wah’ karena ketinggiannya itu. Dan bila dipadukan dengan disain arsitektur yg apik, akan menjadi rumah yang menarik.

No Comments »

Jul 06 2008

Posted by admin under Design, Houses

Rumah (Bangunan) Indah Tidak Perlu Mahal

Rumah Indah itu mahal? Ya iyalah…. Kecuali yg jual lg kepepet..

Bangun rumah indah itu mahal? Belum tentu!!

Apa yang membuat rumah terlihat indah?

Disain. Komposisi bentuk, warna, material, dan kualitas dari bangunan itu. Dengan layout yg fungsional dan efektif, rumah menjadi apik.

Lalu apa yang membuat rumah itu menjadi mahal? Pemakaian material yg ‘premium’. Yang dimaksud mahal disini adalah apabila kita bandingkan biaya pembangunan per m2.

Material mahal TIDAK membuat bangunan indah

Ada 2 macam material yg digunakan dalam pembangunan rumah/bangunan. Yang pertama adalah material struktur. Untuk material struktur, percayakan pada ahlinya, orang struktur, arsitek, atau tukang yang ahli. Jangan coba2 mengakali struktur, bila anda buta soal struktur. Bisa fatal boss..

Yang kedua adalah material finishing. Ada kelas2nya. Ada KW1 untuk kualitas 1, KW 2, dan KW 3. Yang termasuk material finishing adalah jenis lantai, cat dinding, plafond, sanitary kamar mandi, jenis atap, penggunaan batu alam, bahan kusen/pintu/jendela, dll. Disinilah yg kita bisa ‘mainkan’.

Lantai KW1 adalah lantai yg pinggirannya cutting, bukan yg ‘pinggul. Penggunaan lantai KW1 meminimalisasi nat (batas antar keramik) lantai, malah bisa menghilangkan. Ini tidak bisa dilakukan bila memakai lantai KW 2 dan 3. Tapi, bukan berarti pemakaian lantai KW 2 dan 3 tidak bisa indah.

Cat dinding yang baik adalah cat yg tidak mengeluarkan kapur ketika digesek dengan kain atau tangan (setelah kering lo di geseknya). Ada dua jenis cat, untuk interior dan eksterior.  Untuk interior bisa dipakai cat apa aja (jangan yg buruk), karena tidak berhadapan langsung dengan cahaya dan cuaca. Warna cat bisa pudar terkena cahaya matahari. Untuk cat eksterior, pakailah cat ‘weather shield’. Warnanya lebih glossy dan harganya lebih mahal.

Jadi, sekali lagi, material mahal TIDAK membuat bangunan indah. Itu akan memperindah disain yg sudah indah, tp tidak membuat disain yg ‘biasa’ menjadi indah. Apalagi kl disain itu benar2 biasa, kesannya akan jadi norak. Jd pikir2 lagi kl mau pakai material premium.. worth or not…

Pilihlah material sesuai kantong

Untuk penggunaan material ‘standard’ di Jakarta, harga per m2 adalah Rp. 2 juta. Bagaimana pun bentuk bangunannya, yang indah dan jelek, harga relatif sama. Bila anda membangun bangunan biasa aja dengan luas 100 m2, dan tetangga anda membangun rumah yg ‘indah’, dengan luas yg sama dan dgn material yg sama, yg standard, maka harga pembangunan akan relative sama, sekitar 200 jutaan… Lalu apa yg membedakannya? Nilai tambahnya… Rumah anda bisa dijual dgn harga sampai 260 jt (gak termasuk tanah), tp tetangga anda bisa sampai 300 jtan (gak termasuk tanah juga).

Jadi, kenapa ga sekalian buat rumah yg indah….

Bagaimana membuat rumah indah?

Ada 2 tahap.. yg pertama, cari disain yg bagus. Tahap kedua, cari kontraktor yg bagus.

Cari disain yg bagus? Ada dua cara juga…

1. Cari rumah yg bagus, trs foto.. atau cari gambar rumah yg bagus di majalah atau buku, trs di scan… trs cari deh kontraktor yg bagus yg bisa niru bangunan itu.. Biaya: biaya foto sama cetak, atau biaya bli majalahnya.. murah kan? Dengan catatan gak ketauan sama owner rumah or arsiteknya, atau sudah dapet restu dari mereka… ATAU, anda akan di tuntut ratusan juta di pengadilan perdata sama mereka. Dan anda akan mendapat bangunan yg HAMPIR mirip dengan bangunan yang anda inginkan.

2. Cari arsitek bagus (susah carinya? Kontak saya aja! ;) ). Biaya: 5-10% dari anggaran bangunan. Anda akan mendapatkan bangunan yang unik, bahkan bisa lebih bagus dari yang anda bayangkan, pemilihan material yang pas, budget dan kontrol bangunan yang terkendali. Dan anda bisa dengan bangga menceritakan kepada kolega anda,’saya punya arsitek…’, atau,’arsitek saya bilang…’

Cari kontraktor yg baik? Mintalah rekomendasi dr rekan anda, lalu lihat hasil2 bangunan yg sudah mereka bangun, dan mintalah testimony dr org2 yg sudah memakai jasa kontraktor itu.
Jadi, kesimpulannya, buat rumah atau bangunan yg indah gak perlu mahal kan?

Salam

No Comments »

Jun 03 2008

Posted by admin under Design, Hotel, Renovation

Casa Padma Hotel and Suites

Location Jl. Padma, Legian, Bali
Land area 2000 square meters
Floor area 4000 square meters

Also refer: Casa Padma in dpluse.com

Website: http://www.indo.com/hotels/casapadma/

1 Comment »

Next »